Publish: 18 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Jum, 18/9/26] Pusat Inkubator Bisnis (PIB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendampingi tim Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia dalam kunjungan lapangan ke sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tenant binaan, Kamis (17/9/2026).
Kunjungan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 15.30 WIB tersebut merupakan bagian dari proses seleksi program Campuspreneur sekaligus kurasi calon peserta Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang di Jakarta.
Ketua PIB LPPM Unsoed, Nur Wijayanti, mendampingi langsung proses visitasi bersama tim Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag.
Visitasi dilakukan terhadap tenant binaan PIB LPPM yang sebelumnya telah lolos seleksi administrasi program Campuspreneur. Berdasarkan hasil kurasi awal, tim mengunjungi tiga pelaku usaha potensial di wilayah Banyumas, yakni PT Berkat Petani Indonesia, PT Astana Wira Karya, dan Zee Collection.
PT Berkat Petani Indonesia merupakan produsen sekaligus eksportir produk gula semut organik. Sementara itu, PT Astana Wira Karya mengembangkan mesin pertanian modern serta alat pengolah sampah. Adapun Zee Collection bergerak di bidang fesyen dan kriya dengan mengembangkan produk berbasis teknologi ecoprint yang ramah lingkungan.
Dalam kunjungan tersebut, tim Kemendag melakukan penilaian secara langsung terhadap berbagai aspek usaha, antara lain kualitas produksi, kapasitas pasok, serta kesiapan masing-masing tenant dalam memenuhi standar ekspor.
Nur Wijayanti berharap ketiga tenant binaan tersebut dapat melanjutkan proses seleksi hingga berkesempatan tampil dalam TEI 2026. "Semoga dari ketiga tenant yang dikunjungi hari ini, semuanya dapat lolos seleksi dan terpilih untuk mewakili daerah dalam ajang Trade Expo Indonesia di Jakarta pada Oktober nanti," ujar Nur.
Menurutnya, keikutsertaan UMKM binaan PIB LPPM Unsoed dalam TEI menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses pasar dan memperkenalkan produk unggulan Banyumas ke pasar yang lebih luas. Program Campuspreneur juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya wirausaha yang memiliki daya saing dan kesiapan untuk memasuki pasar global.
Melalui pendampingan dan proses kurasi tersebut, PIB LPPM Unsoed terus mendorong tenant binaannya untuk meningkatkan kualitas produk, kapasitas usaha, serta kesiapan menghadapi peluang pasar nasional maupun internasional.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




