Berita

Promosi Doktor Unsoed: Riset Biologi Ikan Keting Perkuat Dasar Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan di Jawa Tengah

[unsoed.ac.id, Rab, 18/2/26] – Komitmen terhadap keberlanjutan sumber daya perikanan kembali ditegaskan melalui sidang terbuka promosi doktor Dra. Siti Rukayah, M.Si., di Program Studi S3 Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Jumat (13/2/2026). Dalam sidang tersebut, ia berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Biologi Ikan Keting (Mystus nigriceps Valenciennes 1840) di Sungai Ijo dan Cicingguling Jawa Tengah: Upaya Pengelolaan Berkelanjutan.”

Penelitian ini mengkaji secara komprehensif biologi ikan Keting, salah satu ikan air tawar bernilai ekonomi dan ekologis penting bagi masyarakat di sekitar Sungai Ijo dan Sungai Cicingguling, Jawa Tengah. Selain menjadi sumber protein lokal, ikan Keting juga menopang mata pencaharian nelayan sungai.

Namun demikian, tekanan penangkapan dan perubahan lingkungan berpotensi memengaruhi kelestarian populasinya. Melalui riset selama 12 bulan, Siti Rukayah menganalisis empat aspek utama, yakni taksonomi, karakteristik habitat, reproduksi, serta dinamika populasi yang meliputi laju eksploitasi dan pola pertumbuhan.

Di bawah bimbingan Promotor Prof. Dr. Agus Nuryanto, M.Si. dan Co-Promotor Dr.rer.nat. W. Lestari, M.Sc., penelitian ini menempatkan karakteristik morfologi sebagai parameter penting dalam kajian taksonomi. Penelaah, Prof. Dr. Suhestri Suryaningsih, M.S., menilai pendekatan tersebut relevan dan mendasar.

“Karakter morfologi merupakan dasar utama sebelum taksonomi molekuler. Selain itu, pendekatan ini dapat membedakan ikan jantan dan betina untuk kepentingan budidaya,” ujarnya.

Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan ikan Keting tertinggi terjadi pada Januari dan Februari. Pola pemijahan ikan ini tergolong parsial spawner, yakni mampu memijah secara bertahap dalam periode waktu berbeda. Pola tersebut dinilai menguntungkan, baik dari sisi ekonomi maupun konservasi.

Temuan lain mengungkapkan bahwa penurunan populasi lebih banyak disebabkan oleh mortalitas alami seperti predasi, usia, penyakit, dan perubahan faktor ekologis dibandingkan oleh laju eksploitasi penangkapan.

Siti Rukayah merekomendasikan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan untuk menjaga keberlanjutan populasi.

“Penangkapan ikan Keting sebaiknya menggunakan alat jaring dengan diameter 0,5–1 cm. Langkah ini penting untuk mendukung upaya konservasi di perairan sekaligus menjaga ekosistem dan ketahanan pangan lokal,” jelasnya.

Promosi doktor ini tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan biologi perikanan, tetapi juga memberikan dasar ilmiah bagi pengambilan kebijakan pengelolaan perikanan berkelanjutan di Jawa Tengah.

 

 

 

 

 

 

 

 

#unsoeda963 #merdakammejumendunia #berdampak#sdgs4#sdgs14