Berita

Rahasia Tahan Lapar dan Tetap Fokus Saat Puasa Versi Ahli Gizi Unsoed

[unsoed.ac.id, Jum, 27/2/26] Berpuasa bukan alasan untuk menurunkan produktivitas kerja. Meski terjadi perubahan pola dan waktu makan selama Ramadan, kebutuhan energi tetap dapat terpenuhi dengan pengaturan asupan gizi yang tepat. Produktivitas yang terjaga menjadi bagian dari profesionalisme, termasuk saat menjalankan ibadah puasa.

Ahli gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman, Indah Nuraeni, S.TP., M.Sc., menegaskan pentingnya konsumsi gizi seimbang selama berpuasa. Menurutnya, tidak ada komponen zat gizi yang perlu dihilangkan karena masing-masing memiliki fungsi berbeda bagi tubuh.

“Kita harus mengonsumsinya secara seimbang antara karbohidrat dan protein, karena masing-masing punya fungsi yang berbeda,” ujar Indah. Ia menyarankan pemilihan karbohidrat kompleks agar rasa kenyang bertahan lebih lama. Sumber karbohidrat seperti gandum, roti gandum, dan beras merah dinilai lebih stabil dalam menjaga energi selama berpuasa.

“Pilihlah karbohidrat kompleks seperti gandum, roti gandum, atau beras merah. Itu membuat kita lebih tahan kenyang,” jelasnya.

Selain karbohidrat, asupan protein juga berperan penting. Protein tidak hanya membantu menjaga dan meningkatkan massa otot, tetapi juga menekan rasa lapar serta mengurangi kelelahan saat berpuasa.

Indah menambahkan, lemak tetap dibutuhkan tubuh selama berpuasa, namun harus selektif dalam memilih jenisnya. Lemak baik dapat diperoleh dari alpukat dan kacang-kacangan, sementara lemak jahat seperti pada gorengan sebaiknya dihindari.

“Kita tidak perlu takut mengonsumsi lemak, tetapi pilih lemak yang baik dan hindari yang berasal dari gorengan,” tegasnya.

Ia juga menyarankan agar konsumsi gula berlebih dikurangi untuk mencegah rasa haus berlebihan di siang hari. Sumber gula yang lebih sehat dapat diperoleh dari buah-buahan. “Gula yang lebih baik sebenarnya berasal dari buah,” tambah Indah.

Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik ringan tetap dianjurkan selama berpuasa guna mempertahankan kebugaran dan produktivitas. Aktivitas seperti berjalan kaki, membersihkan rumah atau kos, hingga jogging ringan menjelang berbuka dapat menjadi pilihan. “Ngabuburit bisa dengan jalan kaki, jangan selalu naik motor. Aktivitas fisik ringan tetap penting,” sarannya.

Sebagai penutup, Indah menekankan bahwa pilihan sumber makanan dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing, selama tetap memperhatikan keseimbangan gizi. Alternatif karbohidrat seperti roti gandum dapat menggantikan nasi, sementara protein bisa diperoleh dari telur, ikan, dan sumber lainnya. Ia kembali mengingatkan agar metode pengolahan makanan lebih sehat, seperti dikukus atau dibuat pepes, dibandingkan digoreng.

Dengan pengaturan asupan gizi yang tepat dan aktivitas fisik yang terjaga, produktivitas selama berpuasa tetap dapat dipertahankan secara optimal.

#unsoedberdampak #sdgs3