[unsoed.ac.id, Sel, 17/2/26] – Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr. IPU, ASEAN Eng., memimpin langsung Tim Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) dalam Rapat Penelaahan Usulan Pinjaman Luar Negeri (PLN) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi secara daring, Kamis (12/2/2026).
Tim Penyusun Proposal PHLN ini terdiri dari Rektor Unsoed sebagai Pengarah, Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Prof. Dr. Waluyo Handoko, S.IP., M.Sc. sebagai Penanggungjawab, Prof.Ir. Kharisun, Ph.D. sebagai ketua dan Anggota dari berbagai fakultas.
Pertemuan strategis ini menjadi tahapan penting dalam mengawal usulan proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan “Sekar Purwo” agar dapat berlanjut dari daftar Blue Book menuju Green Book periode 2025-2029.
Dalam paparannya, Rektor Unsoed menegaskan bahwa peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan merupakan prioritas utama universitas guna menjawab tantangan zaman. Beliau menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran internal tidak boleh menjadi penghalang bagi Unsoed untuk terus berkembang. Sebaliknya, hal tersebut memacu universitas untuk aktif menjemput peluang pembiayaan eksternal, salah satunya melalui program pinjaman luar negeri yang didukung oleh UK Export Finance (UKEF).
Proyek bertajuk “Kolaborasi Rumah Sakit Pendidikan SEKAR PURWO Sebagai Pusat Riset dan Pelayanan Kesehatan Terintergrasi“ ini merupakan sinergi antara tiga perguruan tinggi besar: Unsoed, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Diponegoro (Undip). Kolaborasi ini mengusung konsep Academic Health System (AHS) untuk mengintegrasikan layanan kesehatan, pendidikan, dan riset dalam satu ekosistem yang solid.
Dukungan pendanaan dari UKEF direncanakan mencakup pembangunan 3 fisik gedung yaitu Rumah Sakit Akademik Unsoed, Pusat Riset Sel Punca dan Inovasi Nutrisi Kesehatan, dan Pusat Riset Molekular dan Genomik. Selain pendanaan juga ditujukan untuk penyediaan peralatan medis mutakhir, hingga pendampingan teknis dari para ahli. Proyek yang ditargetkan rampung dalam durasi 36 bulan ini akan dipusatkan di dua lokasi strategis milik Unsoed, yaitu Kampus Fakultas Kedokteran di Jl. Dr. Gumbreg dan Kampus Karangwangkal, Purwokerto.
Salah satu poin menonjol dalam paparan Tim PHLN Unsoed adalah komitmen terhadap pembentukan ekosistem digital. Proyek ini menargetkan:
- 100% Interoperabilitas Digital: Membangun sistem satu data pasien yang terintegrasi penuh di antara ketiga kompleks rumah sakit perguruan tinggi tersebut.
- Pemangkasan Waktu Tunggu: Transformasi sistem layanan diproyeksikan mampu menurunkan waktu tunggu pasien secara signifikan, dari semula enam bulan menjadi hanya tiga bulan (penurunan 50%).
- Penguatan Riset dan Inovasi: Pembentukan satu grup riset aktif yang menargetkan kenaikan output publikasi internasional (Q1 dan Q2) sebesar 50%, serta menghasilkan sedikitnya tiga produk inovasi kesehatan yang siap dikomersialisasikan.
Bagi Unsoed, pembangunan RS Pendidikan Sekar Purwo bukan sekadar penambahan aset fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk memperkuat SDM kesehatan nasional. Rektor menjelaskan bahwa luaran dari proyek ini akan berkontribusi langsung pada pemerataan kualitas dokter spesialis, khususnya di wilayah Jawa Tengah, serta meningkatkan kemandirian bangsa dalam inovasi obat dan alat kesehatan.
“Kami berkomitmen penuh meningkatkan kualitas pendidikan melalui infrastruktur yang memadai. Melalui kolaborasi ini, kita tidak hanya membangun gedung, tetapi membangun sistem kesehatan yang mandiri dan berkelanjutan sebagai role model bagi institusi lain,” tegas Rektor Unsoed dalam diskusi internal bersama Kemdiktisaintek.
Dengan dukungan teknis internasional dan semangat kolaborasi lintas kampus, Unsoed optimistis usulan ini akan segera terealisasi guna memberikan manfaat nyata bagi dunia akademik dan layanan kesehatan masyarakat luas.

#unsoed1963#merdekamajumendunia#sdgs3#sdgs4
