Tingginya permintaan konsumen terhadap varietas anggrek baru menuntut percepatan proses pemuliaan tanaman hias ini, yang secara konvensional membutuhkan waktu cukup lama. Menjawab kebutuhan tersebut, Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si., dosen Fakultas Pertanian, mengembangkan inovasi Anggrek Mutan sebagai solusi mempercepat variasi anggrek.
Inovasi ini lahir dari meningkatnya permintaan konsumen untuk pengembangan varietas anggrek baru. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, dilakukan induksi mutasi melalui iradiasi sinar gamma, sebuah teknik yang mampu mempercepat proses pembungaan serta menghasilkan variasi warna dan bentuk anggrek yang beragam.
"Peningkatan permintaan konsumen untuk pengembangan varietas anggrek baru mendorong penggunaan induksi mutasi melalui iradiasi sinar gamma, yang mampu mempercepat pembungaan warna dan bentuk anggrek," ujar Noor Farid.
Hasilkan Anggrek dengan Warna dan Bentuk Baru yang Lebih Kompetitif
Melalui teknik induksi mutasi ini, dihasilkan anggrek dengan warna dan bentuk baru yang lebih variatif dibandingkan varietas konvensional. Selain tampilannya yang unik, anggrek hasil mutasi ini juga memiliki daya tahan bunga yang lebih lama, sehingga meningkatkan nilai estetika dan daya jualnya di pasaran.
Dari sisi budidaya, anggrek mutan ini juga tergolong mudah dalam perawatan, sehingga dapat dibudidayakan secara luas baik oleh petani maupun pelaku usaha tanaman hias. Dengan berbagai keunggulan tersebut, anggrek hasil inovasi ini mampu ditawarkan dengan harga yang lebih kompetitif, sekaligus membuka peluang pasar baru bagi produk florikultura dalam negeri.
Solusi Percepatan Pemuliaan Tanaman Hias Berbasis Riset
Teknik induksi mutasi melalui iradiasi sinar gamma menjadi solusi strategis dalam mempercepat proses pemuliaan anggrek, yang selama ini membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menghasilkan varietas baru secara konvensional. Dengan pendekatan ini, variasi warna dan bentuk anggrek dapat diperoleh dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Inovasi ini turut membuka peluang bagi pengembangan industri florikultura nasional, khususnya dalam menghadirkan varietas anggrek unggul yang mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.
Melalui inovasi Anggrek Mutan, Noor Farid menegaskan komitmen Fakultas Pertanian dalam menghadirkan riset pemuliaan tanaman hias yang aplikatif, sekaligus mendukung pengembangan agribisnis florikultura berbasis inovasi dan teknologi.





