Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya komoditas kedelai, telah menjadi perhatian panjang para peneliti Universitas Jenderal Soedirman sejak beberapa dekade lalu. Inovasi kedelai Unsoed dimulai sejak pertengahan 1980-an melalui pengembangan Kedelai Varietas Slamet oleh Prof. Dr. Ir. Sunarto, M.S., yang kemudian dilepas sebagai varietas unggul nasional pada 1995.
"Inovasi kedelai Unsoed dimulai sejak pertengahan 1980-an melalui pengembangan Kedelai Varietas Slamet oleh Prof. Dr. Ir. Sunarto, M.S, yang dilepas sebagai varietas unggul nasional tahun 1995," demikian riwayat riset yang menjadi fondasi awal pengembangan kedelai di Unsoed.
Varietas Slamet, Kedelai Hasil Riset Perguruan Tinggi Pertama di Indonesia
Varietas Slamet dirakit sejak pertengahan 1980-an melalui persilangan Dempo dan Wilis, yang kemudian menghasilkan galur UT33 (UNSOED-1). Varietas ini resmi dilepas sebagai varietas unggul nasional pada 1995, dan tercatat sebagai salah satu varietas kedelai pertama hasil riset perguruan tinggi di Indonesia.
Inovasi Berlanjut Melalui Riset Bioteknologi Kedelai Garuda Merah Putih
Setelah kesuksesan Varietas Slamet, inovasi kedelai Unsoed dilanjutkan oleh Prof. Dr. Ali Zum Mashar, Alumni Fakultas Pertanian, melalui riset bioteknologi yang menghasilkan Kedelai Garuda Merah Putih.
Kedelai Garuda Merah Putih dikembangkan melalui riset bioteknologi oleh Pusat Penelitian Pengembangan dan Penerapan Bioteknologi (P4B) MIGO dan LPPM Unsoed, bekerja sama dengan PT Karya Unggulan Anak Bangsa (KUAB) untuk pengembangan hulu-hilir guna mendukung swasembada pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Perjalanan Panjang Riset, dari 1980 hingga Kolaborasi Mendukung Program MBG
Perjalanan panjang riset kedelai Unsoed dimulai dari perakitan Varietas Slamet pada 1980, dilanjutkan dengan pelepasan resmi varietas tersebut pada 1995. Riset kemudian berlanjut dengan pengembangan menjadi varietas Garuda Merah Putih, serta kerja sama dengan PT KUAB untuk mendukung program MBG pada periode setelah 2025.
Rangkaian riset selama lebih dari empat dekade ini menjadi bukti konsistensi Unsoed dalam menghadirkan varietas unggul kedelai nasional, sekaligus wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional.
Melalui inovasi varietas kedelai untuk mendukung swasembada pangan nasional ini, Unsoed menegaskan komitmennya dalam menghadirkan riset pemuliaan tanaman pangan yang aplikatif dan berkelanjutan, dari generasi ke generasi peneliti.




