Perkembangan teknologi berbasis algoritma dan sistem kendali membuka peluang besar untuk menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat, mulai dari pengawasan perairan, efisiensi pertanian, hingga pengamatan astronomi. Menjawab peluang tersebut, Prof. Dr. Jamrud Aminuddin, M.Si., Ph.D., dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, mengembangkan tiga inovasi teknologi berdampak, yaitu Drone Intelegen, Drone Sprayer Geriya-2FUSL4B, dan Teleskop Otomatis.
Drone Intelegen, Solusi Atasi Illegal Fishing di Perairan Indonesia
Inovasi pertama, Drone Intelegen, merupakan sistem pemantau kapal berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang dirancang sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan illegal fishing di perairan Indonesia.
"Drone Intelegen (Sistem Pemantau Kapal Berbasis UAV) adalah solusi untuk mengatasi permasalahan illegal fishing di perairan Indonesia," ujar Prof. Jamrud.
Proses assembly Drone Intelegen ini dilaksanakan bekerja sama dengan PT Bandung Mekhatronika Teknologi, sebagai bentuk kolaborasi antara riset kampus dan industri teknologi dirgantara.
Drone Sprayer Geriya-2FUSL4B, Jawab Keterbatasan Drone Konvensional
Inovasi kedua, Drone Sprayer Geriya-2FUSL4B, dikembangkan sebagai respons terhadap permasalahan drone sprayer konvensional yang memiliki underweld atau sudut bagian bawah terlalu besar, sehingga tidak efisien digunakan pada tanaman berbatang lemah seperti padi dan sayuran.
Drone ini dikembangkan melalui kerja sama dengan PT FROOSS dan NBRI (National Battery Research Indonesia), sehingga menghadirkan solusi penyemprotan yang lebih presisi dan sesuai dengan karakteristik tanaman pangan di Indonesia.
Teleskop Otomatis, Dukung Ketepatan Rukyatul Hilal
Inovasi ketiga, Teleskop Otomatis, dikembangkan untuk mendukung kegiatan Rukyatul Hilal. Teleskop ini dilengkapi mounting otomatis yang terhubung dengan koordinat langit, sehingga mampu menunjukkan posisi hilal secara langsung dan lebih akurat.
Teknologi ini ditargetkan untuk dikomersialkan kepada Tim Hisab-Rukyah di seluruh Indonesia, sehingga dapat meningkatkan akurasi pengamatan hilal dalam penentuan awal bulan Hijriah secara nasional.
Perkuat Kerja Sama Industri Menuju Hilirisasi dan Komersialisasi
Ketiga inovasi ini merupakan wujud nyata pemanfaatan algoritma dan sistem kendali untuk menjawab persoalan di berbagai sektor, mulai dari kedaulatan maritim, pertanian, hingga keagamaan. Pada 2025, ketiga inovasi ini telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra industri, dan pada periode selanjutnya diarahkan menuju tahap hilirisasi dan komersialisasi secara lebih luas.
Melalui ketiga inovasi teknologi berdampak ini, Jamrud menegaskan komitmen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam menghasilkan riset terapan yang aplikatif, sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi dan industri untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Kategori: SDG 1, SDG 2, SDG 3, SDG 8, SDG 9, SDG 12, IKU 5




