Penggunaan bahan pengawet sintetis pada produk pangan masih menjadi kekhawatiran tersendiri bagi kesehatan konsumen, sementara di sisi lain kebutuhan akan produk pangan yang tahan lama terus meningkat. Menjawab persoalan tersebut, Prof. Dr. Rifda Naufalin, SP., M.Si., Guru Besar Fakultas Pertanian, mengembangkan inovasi pengawet alami berbahan dasar bunga kecombrang (Etlingera elatior).
Ekstrak bunga kecombrang ini diformulasikan menjadi inovasi pengawet alami berbasis bahan lokal yang diolah dalam dua bentuk, yaitu cair dan serbuk, sehingga dapat diaplikasikan secara fleksibel pada berbagai produk pangan tanpa menurunkan mutu aroma, cita rasa, maupun kandungan gizi di dalamnya.
"Ekstrak bunga kecombrang adalah inovasi pengawet alami berbasis bahan lokal yang diformulasikan dalam bentuk cair dan serbuk, sehingga dapat diaplikasikan pada produk pangan tanpa menurunkan mutu, aroma, cita rasa, dan kandungan gizi," ujar Rifda.
Efektif Hambat Bakteri Patogen hingga Perpanjang Umur Simpan Dua Kali Lipat Rifda menjelaskan, pengawet alami berbahan kecombrang ini 100 persen alami dan aman dikonsumsi. Dengan dosis optimal 2-4 persen, produk ini memiliki efektivitas 90-95 persen dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen, sekaligus mampu memperpanjang umur simpan produk pangan hingga dua kali lipat dibandingkan tanpa perlakuan.
Selain unggul dari sisi keamanan dan efektivitas, inovasi ini juga dinilai ramah lingkungan karena mendukung pangan berkelanjutan, serta mudah diaplikasikan sehingga cocok digunakan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Inovasi ini juga menjadi upaya optimalisasi bahan baku lokal yang selama ini belum banyak dimanfaatkan secara maksimal.
Dari sisi hilirisasi, pengawet alami kecombrang telah diaplikasikan pada berbagai produk pangan, di antaranya sosis dan bakso, yoghurt dan keju, dawet tradisional, teh kecombrang, hingga beragam produk turunan inovatif lainnya.
Buka Peluang Usaha dan Dorong Ekonomi Masyarakat Lebih jauh, kehadiran inovasi ini turut membuka peluang usaha baru dan meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM di sektor pangan olahan. Dengan solusi pengawet alami ini, produk pangan berbasis bahan lokal diharapkan dapat semakin bersaing dari sisi kualitas, keamanan, sekaligus daya tahan simpan.
Melalui inovasi pengawet alami kecombrang, Rifda menegaskan komitmen Fakultas Pertanian dalam menghadirkan solusi pangan sehat dari alam, sekaligus mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan kekayaan hayati lokal.





