Potensi budidaya lebah klanceng (lebah tanpa sengat) di Indonesia masih belum banyak digarap secara optimal, padahal produk madu yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi dan manfaat kesehatan yang tinggi. Menjawab peluang tersebut, Prof. Dr.rer.nat. Imam Widhiono M.Z., M.S., dosen Fakultas Biologi, mengembangkan inovasi Madu Saji Stingless Bee Honey sebagai upaya mendorong kemandirian perempuan melalui budidaya lebah klanceng.
Madu Saji merupakan produk inovasi madu klanceng yang dibudidayakan menggunakan dua spesies unggulan, yaitu Tetragonula biroi dan Tetragonula laeviceps. Pemilihan kedua spesies ini didasarkan pada keunggulannya, baik dari sisi produktivitas maupun ketahanan terhadap hama.
"Madu Saji (stingless bee honey) adalah produk inovasi madu klanceng (madu lebah tanpa sengat). Dibudidayakan menggunakan dua spesies unggulan Tetragonula biroi dan Tetragonula laeviceps," ujar Imam.
Berdayakan Perempuan Melalui Transfer Keterampilan Budidaya Imam menjelaskan, inovasi Madu Saji dirancang untuk mendorong pemberdayaan kelompok masyarakat secara berkelanjutan, khususnya kelompok perempuan. Program ini memberikan peningkatan pendapatan bagi para pelaku usaha, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi melalui transfer keterampilan budidaya lebah klanceng.
Dukungan yang diberikan mencakup rantai hulu hingga hilir, mulai dari proses produksi hingga pemasaran produk. Metode budidaya yang diterapkan pun dirancang sederhana dan mudah dipraktikkan, dengan pemilihan spesies unggul yang tahan terhadap hama, sehingga dapat diadopsi secara luas oleh masyarakat, termasuk mereka yang belum memiliki pengalaman beternak lebah sebelumnya.
Dari sisi produksi, satu koloni lebah klanceng mampu menghasilkan delapan botol madu berukuran 100 ml, menjadikan budidaya ini sebagai peluang usaha rumahan yang efisien dan menjanjikan.
Libatkan Lebih dari 200 Perempuan Pelaku Usaha
Program ini telah melalui sejumlah tahapan penting sejak April 2023, diawali dengan riset dan kolaborasi bersama PT Pindad. Panen pertama kemudian berhasil dilakukan pada Agustus 2023, yang sekaligus menjadi momentum ekspansi kolaborasi bersama Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (PIP). Puncaknya, pada 2024 dilakukan peluncuran resmi brand Madu Saji Stingless Bee Honey.
Hingga saat ini, program pemberdayaan melalui budidaya lebah klanceng ini telah melibatkan lebih dari 200 perempuan sebagai pelaku usaha, menjadi bukti nyata kontribusi riset Fakultas Biologi dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan di masyarakat.
Melalui inovasi Madu Saji Stingless Bee Honey, Imam menegaskan komitmen Fakultas Biologi dalam menghadirkan riset yang aplikatif dan berdampak langsung, khususnya dalam memperkuat kemandirian dan kesejahteraan ekonomi perempuan melalui optimalisasi potensi hayati lokal.





