Ketergantungan Indonesia terhadap tepung terigu impor selama ini menjadi salah satu tantangan besar dalam ketahanan pangan nasional. Menjawab persoalan tersebut, Dr. Santi Dwi Astuti, STP., M.Si., dosen Fakultas Pertanian, mengembangkan inovasi Mocaf (Modified Cassava Flour) sebagai solusi pangan alternatif berbasis umbi-umbian lokal. Mocaf merupakan tepung singkong termodifikasi berkualitas tinggi yang diformulasikan sebagai pengganti tepung terigu. Inovasi ini lahir dari upaya menghadirkan bahan pangan lokal yang mampu bersaing dengan produk impor, baik dari sisi kualitas maupun nilai ekonomi. "MOCAF adalah tepung singkong termodifikasi berkualitas tinggi sebagai alternatif tepung terigu," ujar Santi. Membuka Peluang Usaha dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Menurut Santi, kehadiran Mocaf tidak hanya menjawab kebutuhan substitusi tepung terigu, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Inovasi ini terbukti meningkatkan kesejahteraan, nilai jual produk, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri bahwa produk pangan lokal mampu bersaing dengan produk asing di pasaran. Dari sisi hilirisasi produk, tepung Mocaf telah dikembangkan menjadi beragam produk pangan olahan, di antaranya Mi Mocaf, sereal, beras analog, brownies, cookies, biskuit, egg roll, hingga pie. Diversifikasi produk ini membuktikan fleksibilitas Mocaf sebagai bahan baku pangan yang aplikatif untuk berbagai jenis olahan makanan. Diadopsi Lebih dari 1.000 Masyarakat di Tiga Kabupaten Inovasi Mocaf telah melalui perjalanan panjang sejak tahap pengembangan awal (TKT 6) pada 2013-2019, dilanjutkan uji coba sensori (TKT 7) pada 2019-2022, hingga saat ini memasuki tahap produksi terbatas (TKT 8) menuju produksi skala industri (TKT 9). Hasil riset ini telah memberikan dampak nyata di masyarakat. Tercatat lebih dari 1.000 masyarakat telah diberdayakan melalui inovasi ini, tersebar di tiga kabupaten, dengan kapasitas produksi mencapai 100 ton per bulan. Selain itu, teknologi Mocaf juga telah diadopsi oleh dua industri mitra sebagai bentuk hilirisasi hasil riset ke sektor usaha. Melalui inovasi Mocaf, Santi menegaskan komitmen Fakultas Pertanian dalam menghadirkan riset pangan yang aplikatif, mendukung kemandirian pangan nasional, sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat berbasis potensi sumber daya lokal.





