Keterbatasan lahan pertanian produktif di kawasan pesisir yang cenderung memiliki tingkat salinitas tinggi menjadi tantangan tersendiri dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Menjawab tantangan tersebut, Prof. Ir. Suprayogi, M.Sc., Ph.D., dosen Fakultas Pertanian, mengembangkan varietas Padi Inpari Unsoed 79 Agritan sebagai varietas padi unggul untuk ketahanan pangan.
Padi Inpari Unsoed 79 Agritan merupakan varietas padi sawah irigasi yang toleran terhadap salinitas. Varietas ini telah dilepas secara resmi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Nomor 1251/Kpts/SR.120/12/2014 tanggal 5 Desember 2014.
"Padi 'Inpari Unsoed 79 Agritan' adalah padi sawah irigasi yang toleran salin. Dilepas oleh Kementerian Pertanian RI dengan SK No. 1251/Kpts/SR.120/12/2014 tanggal 5 Desember 2014. Inovasi ini menjadi pionir varietas padi toleran salin pertama di Indonesia sejak tahun 2014," ujar Suprayogi.
Mampu Tumbuh Optimal di Lahan Pesisir dengan Potensi 8 Ton/Ha
Suprayogi menjelaskan, keunggulan utama varietas ini terletak pada kemampuannya tumbuh optimal di lahan pesisir yang selama ini sulit dimanfaatkan untuk budidaya padi konvensional. Dengan potensi hasil mencapai 8 ton per hektare, varietas ini juga menghasilkan gabah dengan mutu giling premium serta menghasilkan beras dengan kualitas nasi yang tinggi.
Keunggulan-keunggulan tersebut menjadikan Padi Inpari Unsoed 79 Agritan sebagai solusi strategis untuk perluasan area tanam padi di wilayah-wilayah pesisir Indonesia yang selama ini termasuk kategori lahan sub-optimal.
Dibudidayakan Petani Sejak 2015, Diarahkan Menuju Ekstensifikasi Nasional
Pengembangan varietas ini telah melalui perjalanan panjang, dimulai dari tahap pemuliaan sebelum tahun 2014, hingga akhirnya dilepas secara resmi oleh Kementerian Pertanian pada 2014. Sejak saat itu, varietas ini mulai dibudidayakan oleh para petani di lahan sub-optimal pesisir pada periode 2015-2025.
Ke depan, varietas Padi Inpari Unsoed 79 Agritan diarahkan untuk terus diekstensifikasi ke lahan-lahan sub-optimal pesisir di berbagai wilayah Indonesia pada periode setelah 2025, sehingga semakin banyak petani di kawasan pesisir yang dapat memanfaatkan varietas unggul ini untuk meningkatkan produktivitas lahan mereka.
Melalui inovasi Padi Inpari Unsoed 79 Agritan, Suprayogi menegaskan komitmen Fakultas Pertanian dalam menghasilkan riset pemuliaan tanaman yang aplikatif, sekaligus mendukung perluasan lahan pertanian produktif guna memperkuat ketahanan pangan nasional.





