Publish: 26 Juni 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
Purwokerto – Selain inovasi teknologi digital, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) juga menampilkan produk hasil riset di bidang perunggasan, salah satunya Telur Ayam Elba, dalam Expo Karya Kreatif Serayu (KKS) X Banyumas Digifest 2026 yang berlangsung pada 20–21 Juni 2026 di Gedung Putra Sang Fajar, Kompleks Menara Teratai, Purwokerto.
Produk ini ditampilkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed melalui Pusat Inkubator Bisnis, sebagai bagian dari rangkaian produk hasil riset dan inovasi sivitas akademika yang dipamerkan dalam kegiatan bertema “Penguatan Sinergi dan Digitalisasi untuk Mengakselerasi UMKM Banyumas Raya yang Tangguh, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan” tersebut. Ayam Elba merupakan galur ayam kampung petelur unggul yang memiliki produktivitas tinggi. Di lingkungan Fakultas Peternakan Unsoed (Fapet Unsoed), komoditas ini kerap menjadi subjek penelitian, skripsi, dan pengembangan budidaya karena efisiensi pakannya serta kemampuannya memproduksi hingga 300 butir telur per ekor dalam setahun.
Karakteristik Telur Elba
- Wujud & warna: cangkang telur berwarna putih gading atau putih krem, dengan bentuk dan ukuran yang menyerupai telur ayam kampung lokal.
- Bobot: umumnya berkisar antara 40 hingga 50 gram per butir.
- Telur tetas (fertil): harga berkisar antara Rp3.800 hingga Rp5.500 per butir, dengan tingkat fertilitas mencapai 80%.
- Telur konsumsi: memiliki kualitas nutrisi yang setara dengan telur ayam kampung biasa.
Selain Telur Ayam Elba, Unsoed juga menampilkan sejumlah produk hasil riset lainnya dalam expo tersebut, seperti Tangkis sebagai pengawet alami gula semut, Hondje Tea, serta berbagai produk inovatif lain hasil riset sivitas akademika.
Keikutsertaan Unsoed dalam KKS X Banyumas Digifest 2026 menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam menghilirisasikan hasil riset menjadi solusi nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan dan daya saing UMKM Banyumas Raya.




