[unsoed.ac.id, Rab, 11/2/2026] — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (FEB Unsoed) kembali menegaskan reputasinya sebagai institusi pendidikan tinggi unggul dan berdaya saing global melalui kelulusan doktor terbaik dari Program Doktor Ilmu Akuntansi.
Dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor yang digelar Rabu (4/2/2026), FEB Unsoed secara resmi meluluskan Irman Firmansyah, dosen Universitas Siliwangi, yang berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Akuntansi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dan masa studi tepat tiga tahun.
Capaian akademik tersebut mencerminkan konsistensi, kedisiplinan, dan kualitas intelektual promovendus, sekaligus menjadi bukti keberhasilan sistem pembinaan akademik serta atmosfer keilmuan yang dikembangkan Program Doktor Ilmu Akuntansi FEB Unsoed. Seluruh tahapan akademik—mulai dari ujian preliminary, seminar proposal, ujian kelayakan, ujian tertutup, hingga ujian terbuka—diselesaikan dengan hasil sangat memuaskan.
Dalam sidang tersebut, Irman mempertahankan disertasi berjudul “Integrasi Akuntansi Hijau, Manajemen Sampah, dan Altruistic Social Responsibility Commitment dalam Mendorong Keberlanjutan Bisnis Usaha Mikro.” Disertasi ini menghadirkan pendekatan integratif yang menggabungkan praktik akuntansi hijau, pengelolaan lingkungan, serta komitmen tanggung jawab sosial berbasis nilai altruistik sebagai fondasi keberlanjutan usaha mikro.
Riset tersebut dinilai memberikan kontribusi strategis bagi pengembangan ilmu akuntansi sekaligus relevan bagi perumusan kebijakan dan praktik keberlanjutan UMKM di Indonesia.
Ketua Penguji, Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, M.Sc., Ph.D., dalam sidang terbuka menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas riset promovendus. “Disertasi ini menunjukkan integrasi teori dan praktik yang kuat, serta relevansi yang tinggi terhadap isu keberlanjutan bisnis mikro. Capaian IPK 4,00 dalam tiga tahun juga mencerminkan konsistensi akademik yang luar biasa,” ujarnya.
Sidang promosi doktor dilaksanakan dengan standar akademik ketat dan melibatkan tim penguji yang terdiri atas para akademisi senior dan pakar bereputasi. Selain tim penguji internal, sidang juga menghadirkan penguji eksternal untuk memperkuat objektivitas dan kualitas penilaian.
Selama masa studi doktoral, promovendus menunjukkan produktivitas ilmiah yang sangat kuat dengan menghasilkan 13 luaran akademik, meliputi 1 Hak Kekayaan Intelektual (HKI), 1 buku monograf ber-ISBN, 4 artikel jurnal internasional bereputasi Scopus (Q1–Q3), 1 jurnal internasional, 1 jurnal nasional terakreditasi SINTA 3, serta 4 prosiding seminar internasional, termasuk 1 prosiding dengan Letter of Acceptance (LoA) Scopus. Ia juga meraih predikat Best Paper pada The 1st International Student’s Conference on Accounting and Business (ISCOAB) serta Best Poster pada SNA ke-XXVI di Ternate.
Sidang terbuka tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan universitas dan fakultas, baik dari Universitas Jenderal Soedirman maupun institusi asal promovendus, termasuk rektor, wakil rektor, ketua senat, pimpinan fakultas, akademisi lintas perguruan tinggi, serta keluarga inti promovendus.
Dengan kelulusan ini, FEB Unsoed kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak doktor-doktor unggul yang berintegritas, produktif secara ilmiah, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, dunia usaha, serta pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia, sejalan dengan semangat SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas.
#unsoed1963#merdekamajumenduniaberdampak#sdgs4
