Berita

UKMPR Gelar Sosialisasi SP2M 2026, Dorong Implementasi Pengabdian Mahasiswa yang Berkelanjutan

[unsoed.ac.id, Rab, 25/3/26] UKMPR menyelenggarakan Sosialisasi Program Pengabdian Masyarakat (SP2M) 2026 sebagai upaya memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait pelaksanaan program pengabdian. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (28/2/2026) pukul 08.30–12.45 WIB dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi Mahasiswa dalam Mengimplementasikan Pengabdian Masyarakat Berbasis Riset, Inovatif, Solutif, dan Berkelanjutan”.

Ketua Pelaksana SP2M 2026, Zulfatu Rohmah, menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi menjadi tahapan awal yang penting dalam menghasilkan proposal pengabdian yang berkualitas. “Sosialisasi ini merupakan langkah awal yang krusial agar mahasiswa mampu menyusun proposal yang matang dan tepat sasaran,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Melalui SP2M 2026, kami berharap mahasiswa tidak hanya berhenti pada gagasan, tetapi mampu mengimplementasikannya menjadi program pengabdian masyarakat yang nyata dan berkelanjutan.”

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Suryanto, S.K.M., M.Sc. selaku Pengelola PPKO Universitas Jenderal Soedirman dan Vania Anindita Hartomo, mahasiswa peserta Abidhaya PPK Ormawa 2025. Dalam pemaparannya, Suryanto menjelaskan pentingnya pemahaman terhadap Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) sebagai dasar dalam menyusun program pengabdian. “Mahasiswa perlu memahami kerangka PPK Ormawa agar program yang dirancang memiliki arah yang jelas, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Vania Anindita Hartomo membagikan pengalaman serta kiat sukses dalam menyusun dan menjalankan program pengabdian. Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dirancang. “Proposal yang kuat bukan yang kegiatannya banyak, tetapi yang dampaknya jelas dan keberlanjutannya nyata,” tegasnya.

Sosialisasi ini diikuti oleh sekitar 150 peserta dari berbagai perguruan tinggi, sehingga menciptakan suasana diskusi yang interaktif dan kolaboratif. Setiap narasumber menyampaikan materi selama kurang lebih 45 menit, yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, mulai dari teknik penyusunan proposal hingga strategi menjaga keberlanjutan program di masyarakat.

Selain itu, panitia juga menyelenggarakan pre-test dan post-test guna mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.

Secara keseluruhan, kegiatan SP2M 2026 berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi peserta. Salah satu peserta, Veni Cahya Eni dari STMIK Widya Utama, mengapresiasi kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat informatif dan mampu memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif berkontribusi dalam pengabdian masyarakat,” ungkapnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin agar semakin banyak mahasiswa yang terlibat dalam program pengabdian yang berdampak dan berkelanjutan.

#unsoedberdampak #sdgs4 #sdgs11 #sdgs17