Berita

Unsoed dan PT Sinar Hijau Ventures berkolaborasi Kembangkan Teknologi Cold-Press Presisi untuk Mentega Pala (Nutmeg Butter) Premium dan Berkelanjutan

[unsoed.ac.id, Min, 8/2/26 Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menjalin kolaborasi strategis dengan PT Sinar Hijau Ventures (SHV) dalam pengembangan teknologi pengolahan pala berbasis riset dan keberlanjutan. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam skema Program Hiliriset – Ajakan Industri yang difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Kerja sama ini menjadi langkah konkret sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam mendorong hilirisasi hasil riset berbasis sumber daya lokal, khususnya komoditas pala (nutmeg) dari Maluku Lingkup kolaborasi mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan ekonomi hijau.

Sebagai tindak lanjut MoU tersebut, Unsoed dan SHV menandatangani Perjanjian Kerja Sama penelitian berjudul “Hilirisasi Nutmeg melalui Teknologi Cold-Press Presisi, Quality Control Real-Time, dan Sistem Traceability Digital.” Penelitian ini bertujuan menghasilkan nutmeg butter premium dengan kualitas aroma dan tekstur yang konsisten, sekaligus menjamin transparansi rantai pasok dari petani hingga konsumen akhir melalui sistem traceability digital.

Kolaborasi ini mengintegrasikan keunggulan Unsoed dalam bidang teknologi pangan, pengolahan hasil pertanian, serta pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan dan Internet of Things (AI-IoT), dengan pengalaman SHV dalam produksi berkelanjutan dan pemberdayaan petani rempah di Maluku.

Ketua tim peneliti Unsoed, Prof. Dr. Rifda Naufalin, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai penghasil inovasi yang berdampak nyata.

“Kerja sama ini menjadi jembatan penting antara riset akademik dan kebutuhan industri. Melalui kolaborasi dengan SHV, inovasi Unsoed yang berbasis potensi lokal dan prinsip keberlanjutan dapat langsung diimplementasikan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Prof. Rifda.

Ia menambahkan bahwa kemitraan dengan industri tidak hanya mempercepat proses transfer teknologi, tetapi juga membuka ruang pembelajaran yang lebih luas bagi sivitas akademika.

“Sinergi antara peneliti, mahasiswa, dan industri akan mendorong lahirnya inovasi hijau yang aplikatif, berdaya saing, dan berorientasi pada keberlanjutan. Ini sejalan dengan komitmen Unsoed untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan,” pungkasnya.

Sementara itu, Anna Urbinas,  Partnership Director  PT Sinar Hijau Ventures, menekankan pentingnya inovasi dalam menjaga daya saing rempah Indonesia di pasar global.

“Pala merupakan bagian penting dari warisan rempah Indonesia. Melalui riset bersama Unsoed, kami ingin memastikan bahwa pala Indonesia tidak hanya dikenal karena sejarahnya, tetapi juga karena kualitas, keberlanjutan, dan transparansi produksinya. Teknologi cold-press presisi dan sistem traceability digital akan menjadi tonggak penting untuk memasuki pasar premium global,” ujarnya.

Penelitian ini dirancang dalam tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah optimasi teknologi, meliputi pengembangan mesin cold-press presisi, sistem pengering tenaga surya, serta kontrol mutu berbasis sensor dan kecerdasan buatan. Tahap kedua adalah validasi industri dan stabilitas mutu, melalui pengujian kualitas produk dan uji penyimpanan di fasilitas SHV. Tahap ketiga adalah implementasi sistem traceability digital dan komersialisasi, termasuk integrasi dengan rantai pasok SHV dan peluncuran produk ke pasar domestik premium dan ekspor.

Melalui kolaborasi ini, Unsoed dan SHV menargetkan dihasilkannya prototipe mesin cold-press skala industri, sistem quality control otomatis berbasis AI, serta dashboard traceability digital yang siap diadopsi industri. Inovasi ini juga mendukung penerapan standar Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) serta prinsip keberlanjutan.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk pala Indonesia, tetapi juga memperkuat kesejahteraan petani hutan di Maluku dan wilayah timur lainnya, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai produsen bahan alami berkualitas di pasar global.

#unsoedberdampak #sdgs9 #sdgs12 #sdgs17