Berita

Unsoed Jadi Pusat Pengumpulan dan Verifikasi Kontrak Beasiswa KNB 2026, Libatkan 34 Perguruan Tinggi

[unsoed.ac.id, Jum, 13/02/26] – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dipercaya oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai lokasi pengumpulan kontrak beasiswa Kemitraan negara Berkembang KNB tahun 2026, dan verifikasi berkas kontrak Beasiswa bagi mahasiswa on going tahun 2026.

Penunjukan tersebut menempatkan Unsoed sebagai salah satu instansi penyelenggara kegiatan administratif program beasiswa internasional pemerintah Indonesia. Kegiatan berlangsung di Lantai 6 Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed, Purwokerto, Jumat (13/2/2026).

Sebanyak 34 perguruan tinggi penyelenggara program KNB hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Sebelas Maret, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Semarang, Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya dari berbagai wilayah Indonesia.

Direktur International Relations Office (IRO) Unsoed, Dr. Agus Haryanto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Unsoed sebagai tuan rumah kegiatan.

“Kami mengucapkan selamat datang di Unsoed Purwokerto. IRO Unsoed yang mengelola beasiswa KNB berupaya menjadi hos, dan kami mohon maaf apabila dalam pelayanan terdapat hal-hal yang kurang berkenan,” ujar Dr. Agus.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Unsoed, Prof. Ir. Juni Sumarmono, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa Unsoed yang berdiri pada tahun 1963 kini memiliki 12 fakultas dengan 106 program studi serta sekitar 34 ribu mahasiswa aktif. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kemdiktisaintek atas kesempatan yang diberikan dalam pengelolaan Beasiswa KNB.

“Kami menargetkan setiap tahun semakin banyak mahasiswa dari berbagai negara yang belajar di Unsoed. Selain itu, kami juga mendorong semakin luasnya akses mahasiswa dari berbagai provinsi,” kata Prof. Juni.

Ketua Tim Kerja Penguatan Kelembagaan Kemdiktisaintek, Putri Nailatul Himma, turut mengapresiasi kesiapan Unsoed dalam waktu singkat sejak penetapan lokasi kegiatan.

“Penyambutannya luar biasa. Di awal tahun, Unsoed sudah membuat standar kegiatan yang cukup tinggi. Masih ada tiga agenda lanjutan, yaitu pleno pada Mei atau Juni, verifikasi mahasiswa baru pada Agustus atau September, serta laporan akhir pada Desember. Kampus berikutnya yang menjadi host tentu akan merasa tertantang karena standarnya tinggi sekali,” ujarnya.

Kepercayaan ini menegaskan peran aktif Unsoed dalam mendukung penguatan tata kelola beasiswa internasional serta kontribusi terhadap peningkatan kualitas dan akses pendidikan tinggi global, sejalan dengan komitmen pencapaian SDGs poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

#unsoed1963#merdekamajumenduniaberdampak#sdgs4