[unsoed.ac.id, Jum, 20/2/26] – Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus memperluas jejaring internasionalnya. Pada Rabu (18/02/2026), bertempat di Kampus Blater, Purbalingga, pimpinan Fakultas Teknik menggelar diskusi kerja sama strategis dengan perusahaan asal Jepang, Tokiwa Dengyo Co., LTD.
Pertemuan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan fakultas, termasuk Dekan Fakultas Teknik, serta President Director dari Tokiwa Dengyo. Fokus utama diskusi adalah penyelarasan program magang (internship) dan peluang karier bagi mahasiswa Teknik di Negeri Sakura.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik Unsoed Prof. Dr. Eng. Ir. Agus Maryoto, S.T., M.T. menekankan pentingnya adaptasi bagi mahasiswa. Dekan berharap mahasiswa tidak hanya menguasai hardskill, tetapi juga cepat beradaptasi dengan budaya kerja di Jepang yang dikenal disiplin dan presisi.
“Harapannya, mahasiswa Teknik Unsoed bisa segera menyesuaikan diri. Kami ingin program magang ini menjadi jembatan agar mereka bisa melanjutkan karier profesional di Jepang setelah lulus nanti,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, President Director Tokiwa Dengyo, Seiichi Takeno mengatakan bahwa pihak perusahaan telah menyiapkan skema pelatihan yang komprehensif.
“Mahasiswa yang saat ini sedang menempuh studi bahasa Jepang akan diberikan pelatihan berkelanjutan hingga Maret 2027,” kata President Director Tokiwa Dengyo.
Salah satu poin krusial yang dibahas dalam sesi tanya jawab adalah mengenai konversi Satuan Kredit Semester (SKS). Pihak universitas mengonfirmasi bahwa program magang di Tokiwa Dengyo ini dapat dikonversi hingga 12 SKS, termasuk di dalamnya adalah mata kuliah KKN (Kuliah Kerja Nyata), dengan koordinasi lebih awal bersama LPPM.
Perwakilan mahasiswa Naufal Wafi menyambut antusias program ini. “Kami berkomitmen untuk bersungguh-sungguh belajar bahasa Jepang sebagai bekal keberangkatan internship pada bulan September mendatang,” ungkap salah satu mahasiswa.
Pihak perusahaan juga menjelaskan gambaran etos kerja di Jepang, termasuk aturan disiplin selama jam kerja seperti larangan penggunaan telepon genggam untuk menjaga fokus. Jam kerja standar ditetapkan 40 jam per minggu, dengan kemungkinan lembur sesuai kebutuhan perusahaan.
Bagi mahasiswa Teknik Elektro, sertifikasi keamanan kerja menjadi perhatian khusus mengingat risiko teknis di lapangan, sementara penguasaan bahasa tetap menjadi fondasi utama.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan dokumen Implementation Arrangement (IA) serta penyerahan cinderamata sebagai simbol dimulainya kolaborasi antara kedua institusi.
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Unsoed dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui penguatan kolaborasi global dan peningkatan daya saing lulusan di kancah internasional.
#unsoed1963 #merdekamajumenduniaberdampak #sdgs4 #sdgs17
