Publish: 3 Agustus 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Senin, 3/8/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Semenanjung Malaysia pada 4–31 Juli 2026. Program ini diikuti 20 mahasiswa yang didampingi tim dosen dengan mengusung misi pengenalan budaya Nusantara sekaligus penanaman nilai-nilai budi pekerti kepada anak-anak migran Indonesia.
Selama pelaksanaan program, para mahasiswa ditempatkan di 10 Sanggar Bimbingan (SB) yang tersebar di berbagai wilayah Semenanjung Malaysia, termasuk hingga Negeri Perak. Beragam kegiatan edukatif dirancang agar mudah diterima oleh anak-anak berusia 8–14 tahun melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan.
Salah satu metode yang diterapkan ialah storytelling atau mendongeng cerita rakyat Nusantara. Melalui kisah Malin Kundang, mahasiswa mengajak anak-anak memahami pentingnya menghormati orang tua dan menjaga hubungan keluarga. Sementara itu, cerita Timun Mas digunakan untuk menanamkan nilai gotong royong, keberanian, kecerdikan, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut diperkuat melalui berbagai permainan edukatif berbasis gamifikasi sehingga proses belajar berlangsung lebih partisipatif.
Ketua tim pendamping dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Linda Susana, mengatakan bahwa pendekatan budaya dipilih karena dinilai efektif dalam mengenalkan identitas bangsa kepada anak-anak Indonesia yang tumbuh di luar negeri.
"Cerita rakyat merupakan media yang dekat dengan kehidupan anak. Melalui dongeng dan permainan edukatif, kami ingin menanamkan nilai-nilai karakter sekaligus memperkenalkan budaya Nusantara dengan cara yang menyenangkan sehingga mereka tetap memiliki kedekatan dengan akar budayanya," ujarnya.
Program ini mendapat pendampingan langsung dari tiga dosen Unsoed. Pada tahap awal pelaksanaan, Linda Susana mendampingi mahasiswa dalam menginisiasi kegiatan pembelajaran berbasis budaya melalui metode gamifikasi. Selanjutnya, Sehah dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) bersama Ahmad Sabiq dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) melaksanakan monitoring dan evaluasi pada 25–31 Juli 2026 untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai target serta luaran akademik.
Ahmad Sabiq menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak migran Indonesia, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu di lingkungan internasional.
"Melalui KKN Internasional ini, mahasiswa belajar beradaptasi dengan kondisi sosial dan budaya yang berbeda sekaligus mengimplementasikan ilmu yang dimiliki. Di sisi lain, anak-anak migran Indonesia memperoleh ruang belajar yang aman, menyenangkan, dan tetap dekat dengan nilai-nilai budaya bangsa," pungkasnya. Selain memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa dan anak-anak migran Indonesia, hasil kegiatan ini juga akan dikembangkan menjadi karya tulis ilmiah sebagai bentuk kontribusi akademik Unsoed.
Pada tahun 2026, program KKN Internasional Unsoed tidak hanya diselenggarakan di Malaysia. Sebagai bagian dari upaya memperluas kiprah di tingkat global, Unsoed juga mengirimkan mahasiswa untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Thailand, Vietnam, dan Tiongkok.




