[unsoed.ac.id, Sen, 26/01/26] International Relation Office (IRO) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar rapat koordinasi pada Rabu (21/01/2026), di Gedung Registrasi untuk memantapkan persiapan perkuliahan mahasiswa internasional.
Dalam sambutannya, Dr. Agus Haryanto menegaskan bahwa fokus utama IRO mencakup bidang akademik serta pengelolaan kerja sama internasional melalui MoU dan MoA.
Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan data, mendengarkan kendala di lapangan, serta mensosialisasikan program beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan Jenderal Soedirman Scholarship (JSS) kepada seluruh pengelola unit.
“Koordinasi ini penting agar seluruh unit memiliki pemahaman yang sama dan dapat memberikan layanan yang optimal bagi mahasiswa internasional,” tambahnya.
Saat ini tercatat sebanyak 34 mahasiswa internasional aktif di Unsoed, dengan total 41 mahasiswa internasional kategori inbound yang telah terdata. Berbeda dengan prosedur sebelumnya, kini pemberian Nomor Induk Mahasiswa (NIM) bagi mahasiswa internasional dilakukan langsung melalui fakultas atau program studi untuk mempermudah integrasi data pada Indikator Kinerja Utama (IKU).
IRO tetap bertanggung jawab penuh dalam memfasilitasi pengurusan dokumen legalitas, mulai dari izin belajar hingga Visa dan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) baik bagi mahasiswa maupun dosen internasional.
Dalam sesi diskusi, dijelaskan bahwa penerima beasiswa KNB mendapatkan cakupan biaya yang komprehensif, mulai dari biaya buku hingga publikasi, tetapi diwajibkan mengikuti program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Untuk beasiswa JSS, Unsoed menyediakan beasiswa penuh dan sebagian. IRO juga menginformasikan bahwa mahasiswa hasil seleksi JSS tahun 2025 dijadwalkan mulai masuk kuliah pada semester ganjil tahun 2026. Terkait kendala administratif, IRO sedang berupaya intensif membantu pengurusan dokumen bagi calon mahasiswa dari negara yang memiliki prosedur birokrasi cukup sulit agar dapat segera bergabung dengan universitas.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#sdgs4
