Publish: 22 Juli 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Rab, 22/7/26] Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memperkuat upaya konservasi penyu sekaligus mendorong pengembangan ekonomi masyarakat pesisir melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset bertajuk "Penguatan Ekonomi dan Konservasi Penyu Berbasis Eduwisata di Pantai Kembar Terpadu Kebumen". Program yang diinisiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed ini dilaksanakan di Pantai Kembar Terpadu, Kabupaten Kebumen, Kamis (16/7/2026), sebagai bagian dari penguatan konservasi biodiversitas laut dan pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.
Kegiatan yang menjadi bagian dari pelaksanaan program kerja Pusat Biodiversitas dan Maritim LPPM Unsoed tersebut menghadirkan tim dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), yakni Prof. Dr. Maria Dyah Nur Meinita dan Dr. rer. nat. Riyanti, S.T., M.Biotech., bersama mahasiswa FPIK Unsoed. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas Kelompok Konservasi Penyu Kembar Terpadu dalam mengelola konservasi penyu secara ilmiah, edukatif, dan berkelanjutan.
Prof. Dr. Maria Dyah Nur Meinita menjelaskan bahwa salah satu agenda utama kegiatan adalah sosialisasi Best Management Practices (BMP) Hatchery sebagai pedoman pengelolaan pusat penetasan penyu yang sesuai standar konservasi.
"Melalui sosialisasi BMP Hatchery, peserta memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan sarang relokasi, penanganan telur dan tukik, monitoring pantai peneluran, hingga pengembangan eduwisata konservasi yang mendukung pelestarian penyu," ujarnya.
Materi juga disampaikan oleh Ratih R. Ayustina, Marine ETP Species Specialist for Sea Turtle dari WWF Indonesia, yang menjelaskan biologi penyu, ancaman terhadap populasinya, serta pentingnya perlindungan spesies yang dilindungi secara penuh.
Selain aspek teknis konservasi, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi satellite tag untuk memantau pergerakan penyu di laut. Teknologi tersebut memungkinkan peneliti memperoleh data mengenai jalur migrasi, wilayah jelajah, dan habitat penting penyu sehingga strategi konservasi dapat disusun berdasarkan bukti ilmiah.
Melalui kegiatan ini, LPPM Unsoed berharap Kelompok Konservasi Penyu Kembar Terpadu semakin mampu menerapkan praktik konservasi sesuai standar, meningkatkan keberhasilan penetasan telur dan kelangsungan hidup tukik, serta memperkuat sistem monitoring berbasis data.
Selain menjaga kelestarian penyu, program ini juga diarahkan untuk mengembangkan eduwisata konservasi sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Pengelolaan hatchery yang baik, kegiatan edukasi lingkungan, pelepasan tukik secara bertanggung jawab, hingga pemanfaatan teknologi pemantauan satelit diharapkan menjadi daya tarik wisata edukatif yang memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan ekosistem.
Melalui pengabdian berbasis riset ini, Unsoed menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan penelitian, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat sebagai upaya mendukung pelestarian keanekaragaman hayati laut sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.




