Publish: 17 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Kam, 17/9/26] Pusat Riset Biodiversitas dan Maritim Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam pengembangan Kebun Raya Baturraden. Komitmen tersebut disampaikan dalam Forum Optimalisasi Pengembangan Kebun Raya Baturraden yang digelar di Aula Kebun Raya Baturraden, Selasa (15/9/2026).
Forum bertema “Kolaborasi Strategis dalam Pengembangan Kebun Raya Baturraden: Integrasi Kebijakan, Konservasi, Riset, dan Pemanfaatan Berkelanjutan” tersebut menjadi ruang bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membahas arah pengembangan Kebun Raya Baturraden sebagai kawasan konservasi, pusat penelitian dan pendidikan lingkungan, destinasi wisata berbasis ekologi, serta ruang pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
Pusat Riset Biodiversitas dan Maritim Unsoed diwakili Dr. Asro Nurhabib, S.Pi., M.P., dan Azis Amirulbahar, S.Pd., M.T.I. Keduanya turut berdiskusi bersama perwakilan pemerintah, lembaga riset, badan usaha milik negara, dan sektor industri mengenai potensi serta strategi pengembangan kawasan.
Forum tersebut dimoderatori Kepala Baperida Kabupaten Banyumas Dedi Nurhasan, S.T., M.Si. Sejumlah narasumber turut hadir, antara lain Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN Dr. Hendriawan, Wakil Kepala Divisi Regional Perum Perhutani Jawa Tengah, serta SPV HSSE PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maos Yunianto Arif Suryawan.
Pembahasan forum menekankan pentingnya sinergi antarlembaga untuk mendukung pengelolaan Kebun Raya Baturraden secara terintegrasi. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi penyelarasan kebijakan, konservasi biodiversitas, penguatan riset dan inovasi, penyediaan basis data ilmiah, pendidikan lingkungan, serta pemanfaatan sumber daya hayati dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan.
Dr. Asro Nurhabib mengatakan Kebun Raya Baturraden memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai laboratorium hidup biodiversitas pegunungan dan daerah aliran sungai. Menurutnya, keberadaan kawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan konservasi tumbuhan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan perlindungan sumber air, kesehatan ekosistem perairan, pertanian, perikanan, dan keberlanjutan lingkungan di wilayah hilir.
“Pusat Riset Biodiversitas dan Maritim Unsoed siap berkolaborasi dalam kegiatan riset dan pengembangan inovasi untuk mendukung pengelolaan Kebun Raya Baturraden. Kolaborasi dapat diarahkan pada inventarisasi biodiversitas, pemantauan kualitas lingkungan, pengembangan basis data digital, kajian ekosistem hulu hingga hilir, serta pemanfaatan biodiversitas secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Dr. Asro.
Sejumlah bidang riset dapat dikembangkan melalui kolaborasi tersebut, mulai dari penyusunan data dasar biodiversitas dan pemetaan berbasis sistem informasi geografis hingga pemantauan kualitas air dan kesehatan daerah aliran sungai. Kajian juga dapat mencakup identifikasi flora, fauna, fungi, dan mikroorganisme, pengembangan DNA barcoding, serta bioprospeksi untuk mendukung inovasi di bidang lingkungan, pangan, kesehatan, dan akuakultur.
Selain riset, Kebun Raya Baturraden dinilai memiliki potensi sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa, dosen, peneliti, pelajar, dan masyarakat. Berbagai kegiatan dapat dikembangkan, seperti magang, penelitian mahasiswa, sekolah lapang biodiversitas, citizen science, edukasi konservasi, hingga pengembangan jalur interpretasi lingkungan.
Pusat Riset Biodiversitas dan Maritim Unsoed menilai pengembangan Kebun Raya Baturraden membutuhkan program yang konsisten, integrasi data, pembagian peran yang jelas, serta dukungan kebijakan dan pendanaan dari berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah daerah, BRIN, perguruan tinggi, Perum Perhutani, dunia usaha, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan kawasan.
Keikutsertaan Unsoed dalam forum tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pengembangan Kebun Raya Baturraden. Melalui kolaborasi riset, pendidikan, dan inovasi, kawasan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai pusat konservasi tumbuhan pegunungan Jawa sekaligus ruang pembelajaran dan pengembangan inovasi yang memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat. #unsoedberdampak




