Publish: 26 Juni 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
Purwokerto – Salah satu inovasi yang dipamerkan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dalam Expo Karya Kreatif Serayu (KKS) X Banyumas Digifest 2026, yang berlangsung pada 20–21 Juni 2026 di Gedung Putra Sang Fajar, Kompleks Menara Teratai, Purwokerto, adalah ChickA, sebuah sistem Internet of Things (IoT) untuk otomatisasi multimodal pada kandang ayam broiler. Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi atas masih terbatasnya penerapan teknologi cerdas di sektor peternakan unggas, khususnya dalam pengendalian kondisi lingkungan kandang yang sangat menentukan keberhasilan pemeliharaan ayam broiler.
ChickA dirancang untuk menciptakan mikroklimat kandang yang optimal sesuai dengan kebutuhan setiap strain dan fase pertumbuhan ayam. Berbagai parameter lingkungan, seperti suhu, kelembapan, serta kualitas udara termasuk kadar amonia, dipantau secara real-time menggunakan jaringan sensor. Data tersebut kemudian diolah untuk mengendalikan berbagai perangkat kandang secara otomatis sehingga kondisi lingkungan tetap berada pada kisaran yang ideal bagi pertumbuhan dan kesehatan ayam. Sebagai contoh, ketika sensor mendeteksi peningkatan kadar amonia yang berpotensi mengganggu kesehatan ayam, sistem akan secara otomatis mengatur laju ventilasi untuk memperbaiki kualitas udara di dalam kandang. Mekanisme ini memungkinkan respons yang cepat dan presisi, sehingga risiko penurunan performa produksi akibat perubahan lingkungan dapat diminimalkan.
Keunggulan utama ChickA terletak pada teknologi pengendalian peralatan kandang yang memanfaatkan prinsip inverter. Berbeda dengan sebagian besar kontroler yang tersedia di pasaran dan hanya bekerja dengan sistem hidup-mati (on-off), ChickA mampu mengatur kecepatan putaran kipas ventilasi secara bertahap sesuai kebutuhan kondisi kandang. Pendekatan ini menghasilkan pengendalian yang lebih adaptif, menjaga kestabilan mikroklimat dengan lebih baik, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik.
Seluruh sistem juga dapat dipantau dan dikendalikan secara daring melalui perangkat gawai, sehingga peternak dapat mengetahui kondisi kandang secara real-time serta melakukan penyesuaian dari mana saja. Kombinasi fitur smart monitoring, smart control, dan efisiensi energi menjadikan ChickA memiliki keunggulan dibandingkan produk sejenis yang beredar di pasaran, dengan biaya implementasi yang tetap terjangkau bagi peternak.
ChickA dikembangkan oleh Anas Alvandika, S.Pt., M.Pt. bersama tim dari Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Pengembangan inovasi ini juga menjadi bagian dari penguatan budaya riset di Unsoed melalui pembimbingan akademik oleh Prof. Elly Tugiyanti dan Dekan Fakultas Peternakan Unsoed, Ir. Novie Andri Setianto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Selain itu, pengembangannya melibatkan kolaborasi multidisiplin dengan mahasiswa Program Studi Teknik Elektro dan Teknik Informatika dalam penyelesaian tugas akhir, sehingga menghasilkan inovasi yang memadukan keahlian peternakan, elektronika, dan teknologi informasi.
Melalui ChickA, Universitas Jenderal Soedirman kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Teknologi ini diharapkan dapat mendukung modernisasi peternakan unggas Indonesia melalui penerapan sistem kandang cerdas yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.




