Publish: 24 Juli 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Jumat, 24/7/2026] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Soedirman Robotic Team (SRT) yang berhasil meraih Juara Harapan II pada Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026. Kompetisi yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 di Universitas Jember tersebut merupakan bagian dari program Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan untuk mendorong pengembangan talenta mahasiswa di bidang rekayasa, teknologi, dan inovasi.
Pada KRAI 2026 yang mengusung tema "Robot Kungfu", setiap tim ditantang merancang dua robot yang mampu bekerja secara kolaboratif untuk menyelesaikan berbagai misi, mulai dari merakit senjata, mengumpulkan Kung-Fu Scrolls (KFS), hingga menjalankan strategi permainan Tic-Tac-Toe secara otonom.
Unsoed menurunkan Tim Blakasutha yang diketuai oleh M. Syhamsuddin bersama 20 mahasiswa lintas angkatan dan disiplin ilmu. Tim ini berhasil menunjukkan performa kompetitif di tengah persaingan 28 perguruan tinggi terbaik dari seluruh Indonesia yang lolos seleksi dari 40 pendaftar.
Dalam kompetisi tersebut, Tim Blakasutha mengembangkan dua robot, IRONEXA dan ENGINARA, yang dirancang untuk bekerja secara terintegrasi dalam menyelesaikan seluruh tantangan sesuai regulasi ABU Robocon 2026.
Ketua Tim Blakasutha, M. Syhamsuddin, menjelaskan bahwa keunggulan robot terletak pada kemampuan bergerak secara otonom dengan tingkat presisi tinggi. Menurutnya, perubahan tema kompetisi setiap tahun menuntut lahirnya inovasi baru melalui integrasi berbagai bidang keilmuan, seperti desain mekanik, elektronika, sistem kendali, embedded system, kecerdasan buatan, hingga pemrograman robot.
Ia mengungkapkan, persiapan menuju KRAI 2026 dimulai sejak September 2025, setelah tema kompetisi diumumkan. Selama hampir sepuluh bulan, tim menjalani proses pengembangan yang meliputi studi regulasi, penyusunan konsep, perancangan mekanik dan elektronika, pengembangan perangkat lunak, integrasi sistem, hingga pengujian dan penyempurnaan performa robot secara berulang dengan pendampingan dosen pembina serta dukungan alumni Soedirman Robotic Team.
"Prestasi ini merupakan hasil dari dedikasi, kerja sama, dan komitmen seluruh anggota tim. Selama proses pengembangan robot, kami tidak hanya belajar mengenai aspek teknis, tetapi juga membangun komunikasi, menyelesaikan permasalahan secara sistematis, dan bekerja dalam satu tujuan yang sama," ujar Syhamsuddin.
Menurutnya, pengalaman mengikuti KRAI menjadi sarana pembelajaran yang berharga dalam meningkatkan kemampuan kolaborasi sekaligus kompetensi di bidang robotika, sistem kendali, elektronika, dan pemrograman. Bekal tersebut akan menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan pengembangan teknologi di masa mendatang.
Ke depan, Soedirman Robotic Team akan terus mengembangkan teknologi robotika, khususnya pada aspek gerak otonom, peningkatan stabilitas sistem, serta optimalisasi integrasi perangkat keras dan perangkat lunak agar mampu bersaing lebih baik pada kompetisi robotika tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi ini menjadi bukti komitmen Unsoed dalam mendukung pengembangan talenta mahasiswa di bidang sains dan teknologi. Melalui Soedirman Robotic Team, mahasiswa didorong untuk terus berinovasi, memperkuat budaya riset, serta menghasilkan karya teknologi yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan bangsa.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




