Publish: 28 Agustus 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Jum, 28/8/26] Ketua Pusat Inkubator Bisnis Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Nur Wijayanti, S.TP., M.P., mendapat kepercayaan dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia sebagai delegasi Indonesia dalam forum internasional ASEAN-China Women Entrepreneurs Exchange. Kegiatan berlangsung di Siem Reap, Kamboja, pada 18–20 Agustus 2026.
Mengusung tema “Addressing Challenges and Advancing Leadership in MSME Development”, forum tersebut mempertemukan delegasi negara-negara ASEAN dengan perwakilan Tiongkok untuk bertukar pengalaman, pengetahuan, dan praktik baik dalam pengembangan UMKM, khususnya penguatan peran serta kepemimpinan perempuan dalam dunia usaha.
Sebagai Ketua Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed sekaligus dosen Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Unsoed, keikutsertaan Nur menjadi momentum untuk berbagi pengalaman mengenai pengembangan UMKM melalui inkubasi bisnis, pendampingan, inovasi, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan.
“Saya sangat senang dan merasa terhormat dapat dipercaya oleh Kementerian UMKM Republik Indonesia untuk menjadi delegasi Indonesia. Kesempatan ini bukan hanya untuk mewakili Indonesia, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring dengan para pelaku dan penggerak UMKM dari negara-negara ASEAN dan Tiongkok,” ungkap Nur Wijayanti.
Dalam forum tersebut, Nur mengikuti berbagai sesi diskusi dan pertukaran pengalaman mengenai tantangan UMKM, strategi pengembangan usaha, penguatan kapasitas perempuan pengusaha, serta keberlanjutan program pemberdayaan UMKM.
Menurutnya, program pemberdayaan UMKM perlu dirancang secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada pelatihan. Pelaku UMKM juga perlu memperoleh akses terhadap jejaring bisnis, pasar, pembiayaan, inovasi, teknologi, legalitas, serta pendampingan secara berkesinambungan.
Hal tersebut sejalan dengan peran Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed dalam mendampingi UMKM melalui berbagai tahapan inkubasi, mulai dari peningkatan kapasitas, penguatan model bisnis, legalitas usaha, inovasi produk, pemasaran, hingga pengembangan jejaring dan akses pasar.
“Saya berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari forum ini dapat dibawa pulang dan diaplikasikan di Indonesia, sehingga memperkuat program pendampingan dan inkubasi bagi UMKM,” tambahnya.
Nur juga berharap forum tersebut membuka peluang kolaborasi internasional dalam pengembangan UMKM. Menurutnya, pertukaran pengalaman mengenai digitalisasi, inovasi, akses pasar, pengembangan produk, penguatan sumber daya manusia, dan pemberdayaan perempuan menjadi penting untuk meningkatkan daya saing UMKM di tengah tantangan global.
Keikutsertaan Nur Wijayanti sekaligus memperluas jejaring internasional Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung kemandirian, inovasi, daya saing, dan kepemimpinan perempuan di sektor UMKM.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




