Publish: 20 Agustus 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Kam, 20/8/26] Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Dua mahasiswa FISIP berhasil meraih prestasi dalam Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Unsoed Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh PIK-R Aksiologi Unsoed.
Mahasiswa Program Studi S1 Sosiologi, Fakhri Akmal Waliyuddin, meraih Juara 1 Duta GenRe Unsoed 2026. Sementara itu, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Dea Sekarwati, meraih Juara 2 Duta GenRe Putri Unsoed 2026 sekaligus Juara Favorit Duta GenRe Unsoed 2026.
Rangkaian pemilihan berlangsung sejak Juli 2026 dan diikuti 23 peserta, terdiri atas 15 putri dan 8 putra. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, terpilih 10 finalis yang terdiri atas lima putra dan lima putri. Grand Final sekaligus pengumuman pemenang dilaksanakan Jumat (14/8/2026) di Ballroom Integrated Academic Building (IAB) Unsoed.
Fakhri mengikuti ajang tersebut setelah sebelumnya memiliki pengalaman dalam kompetisi Duta GenRe tingkat kecamatan hingga kabupaten. Menurutnya, isu GenRe relevan dengan kehidupan generasi muda, termasuk upaya mencegah Triad KRR yang mencakup seks bebas, HIV/AIDS, dan penyalahgunaan NAPZA.
“Substansi GenRe relevan untuk terus dibicarakan karena berkaitan dengan berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda,” kata Fakhri.
Untuk mencapai babak final, Fakhri melewati tes penyuluhan, wawancara, tes tertulis, minat dan bakat, isu sosial, hingga tes logika. Ia mengaku salah satu tantangan yang dihadapi adalah ketika harus menampilkan minat dan bakat, karena dirinya merasa belum memiliki satu bakat khusus yang dapat ditonjolkan. Namun, pengalaman tersebut justru mengajarkannya untuk percaya pada kemampuan diri.
“Dengan meyakinkan diri sendiri, kemudian percaya bahwa setiap orang punya jalannya masing-masing, saya berusaha untuk tampil all in all out dan maksimal,” ujarnya.
Sebagai Duta GenRe, Fakhri ingin mengembangkan “Kembali ke Meja Makan”, ruang diskusi bagi remaja dan mahasiswa untuk membicarakan persoalan mereka sekaligus menghasilkan gagasan solutif. Baginya, pengetahuan tentang GenRe harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, perjalanan Dea dalam ajang Duta GenRe berawal dari ketertarikannya terhadap kegiatan PIK-R sejak SMA. Ia tertarik karena Duta GenRe tidak hanya menyampaikan edukasi, tetapi juga terlibat langsung di masyarakat.
Dea melewati seleksi administrasi, wawancara, minat dan bakat, tes tulis, serta tes penyuluhan hingga masuk tiga besar. Ia sempat merasa minder melihat persiapan peserta lain, tetapi memilih menampilkan dakwah Islami sebagai minat dan bakat. Hasilnya, Dea memperoleh nilai 90 untuk tes minat dan bakat dan 96 untuk tes penyuluhan.
“Berawal dari penasaran, melawan keraguan dengan keberanian, dan berakhir dengan pembuktian,” ujar Dea.
Sebagai Duta GenRe, Dea berencana mengembangkan “Cerita Esok”, ruang refleksi dan perencanaan masa depan bagi remaja dan mahasiswa melalui spreadsheet interaktif. Program ini mengajak generasi muda mengenali diri, menentukan tujuan, mengembangkan kemampuan, serta menyusun langkah konkret menuju masa depan.
“Cerita Esok tidak hanya mengajak remaja untuk bermimpi atau menentukan cita-cita, tetapi juga membantu mereka menerjemahkan gambaran masa depan tersebut menjadi perencanaan yang lebih konkret,” jelasnya.
Prestasi Fakhri dan Dea menunjukkan peran mahasiswa dalam mengedukasi dan memberdayakan generasi muda. Semangat tersebut sejalan dengan SDGs 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas, serta SDGs 5 tentang kesetaraan gender.
Melalui prestasi tersebut, Fakhri dan Dea tidak hanya membawa nama FISIP Unsoed, tetapi juga menguatkan semangat generasi muda untuk berani berdiskusi, meningkatkan kapasitas diri, menjaga kesehatan, dan merencanakan masa depan.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




