Publish: 5 Agustus 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Rab, 5/8/26] Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed) dan Fakultas Peternakan Universitas Jambi (Fapet UNJA) memperkuat sinergi melalui penjajakan kerja sama untuk mengoptimalkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen kerja sama dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat I Fapet Unsoed, Selasa (4/8/2026).
Rombongan Fapet UNJA dipimpin Dekan Prof. Dr. Ir. Nurhayati, M.Sc.Agr., didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama Prof. Dr. Ir. Mairizal, M.Sc., bersama jajaran koordinator program studi dan tim kerja sama. Kehadiran mereka disambut Dekan Fapet Unsoed Ir. Novie Andri Setianto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., beserta para wakil dekan, ketua program studi, dan guru besar.
Dekan Fapet Unsoed, Ir. Novie Andri Setianto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa kemitraan antar perguruan tinggi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus menjawab tantangan pembangunan sektor peternakan.
"Kerja sama tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kolaborasi tersebut diwujudkan dalam program-program yang memberikan dampak nyata bagi sivitas akademika," ujarnya.
Sebagai implementasi kerja sama, Fapet Unsoed menawarkan berbagai program kolaboratif, antara lain pertukaran mahasiswa (student exchange), magang, penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, serta penguatan aktivitas mahasiswa melalui pengelolaan kandang pendidikan. Menurut Novie, pengalaman belajar berbasis praktik menjadi bekal penting untuk membentuk lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri peternakan.
Pada kesempatan tersebut, Fapet Unsoed juga memperkenalkan Program Doktor (S3) dengan sistem pembelajaran fleksibel. Perkuliahan dilaksanakan secara daring sehingga membuka kesempatan bagi dosen, peneliti, dan praktisi dari berbagai daerah untuk melanjutkan studi tanpa meninggalkan aktivitas profesional. Mahasiswa hanya diwajibkan hadir di kampus pada tahapan akademik tertentu, seperti ujian kualifikasi, ujian tertutup, dan ujian terbuka.
Selain itu, Fapet Unsoed memaparkan pengembangan pembelajaran berbasis praktik melalui kandang pendidikan dan Program PAWANG yang dirancang untuk membangun kompetensi teknis, kepemimpinan, karakter, serta kemampuan manajerial mahasiswa.
Sementara itu, Dekan Fapet Universitas Jambi, Prof. Dr. Ir. Nurhayati, M.Sc.Agr., menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Fapet Unsoed. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang pengembangan program bersama.
"Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi benar-benar diwujudkan melalui berbagai program yang memberi manfaat bagi kedua institusi," katanya.
Ia menambahkan, ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan meliputi pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian kolaboratif, pengembangan kurikulum, seminar ilmiah, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Penandatanganan dokumen kerja sama menjadi tonggak awal kemitraan strategis antara Fapet Unsoed dan Fapet UNJA. Melalui sinergi tersebut, kedua institusi optimistis dapat memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan produktivitas riset, memperluas pengalaman belajar mahasiswa, serta menghasilkan inovasi yang mendukung pembangunan sektor peternakan Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




