Publish: 22 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Kam, 22/10/26] Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendampingi masyarakat Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, dalam mengembangkan potensi wisata melalui pelatihan promosi digital. Kegiatan bertema “Tingkatkan Kunjungan Wisata Lewat Strategi Promosi yang Efektif” ini menjadi bagian dari Program Smart Village Desa Binaan FISIP Unsoed.
Pelatihan dilaksanakan di Balai Desa Kotayasa pada Selasa (13/10/2026) dan diikuti 18 peserta yang terdiri atas pedagang kaki lima, anggota paguyuban, perwakilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengelola wisata Damar Payung, serta pelaku usaha bibit buah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat promosi potensi lokal, seiring dengan upaya Desa Kotayasa mengajukan status sebagai desa wisata.
Dekan FISIP Unsoed, Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui kolaborasi dan penerapan ilmu pengetahuan.
“Unsoed harus berkarya, berkolaborasi, dan berdampak bagi desa. Kami berharap pendampingan ini dapat memperkuat kapasitas masyarakat Desa Kotayasa, khususnya dalam mempromosikan potensi wisata secara lebih efektif, sehingga memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Smart Village yang digagas oleh Dr. Agoeng Noegroho, S.Si., M.Si. Program ini menjadi salah satu upaya FISIP Unsoed dalam memperkuat kapasitas masyarakat dan mendorong pengembangan potensi lokal melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan berbagai unsur masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, dosen Ilmu Komunikasi Unsoed, King Anugrah Wiguna, menyampaikan materi mengenai strategi pemanfaatan media sosial untuk mempromosikan destinasi wisata. Ia menjelaskan bahwa media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk memperluas jangkauan informasi dan menarik minat calon wisatawan apabila dikelola dengan strategi yang tepat.
Menurutnya, konten promosi perlu dikemas secara kreatif, informatif, dan mampu menggambarkan kondisi destinasi secara akurat. Dengan demikian, calon wisatawan dapat memperoleh gambaran yang sesuai mengenai daya tarik dan pengalaman yang ditawarkan. “Konten wisata harus menarik dan sesuai kenyataan,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, masyarakat didorong untuk mengangkat keunikan alam, aktivitas keseharian warga, produk lokal, serta pengalaman wisata di Desa Kotayasa ke dalam konten digital yang menarik. Pengemasan informasi tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas desa sekaligus meningkatkan daya saing potensi wisata setempat.
FISIP Unsoed berharap pendampingan melalui Program Smart Village Desa Binaan dapat berlanjut pada penerapan strategi promosi digital secara konsisten. Keterlibatan masyarakat dalam mengelola dan mempromosikan potensi desa juga menjadi faktor penting agar pengembangan wisata dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui penguatan kapasitas promosi digital, Desa Kotayasa diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi destinasi, membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal, serta meningkatkan kesiapan dalam mengembangkan diri sebagai desa wisata.
Dengan demikian, pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga pada penciptaan manfaat ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




