Publish: 25 Mei 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 25/5/2026] Prestasi kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Delegasi Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) berhasil meraih Juara 2 dalam Insightful National Gathering of Innovative Essay Competition (IGNITE Competition) 2026 yang diselenggarakan oleh International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) Local Committee Universitas Diponegoro (IAAS LC UNDIP) pada Minggu (24/5/2026).
Tim Unsoed terdiri atas tiga mahasiswa angkatan 2024, yakni Yusrina Nurhaliza, Arswinda Mayla Putri, dan Mutiara Rahmah Hidayah, di bawah bimbingan Prof. Amin Fatoni. Mereka berhasil meraih penghargaan melalui gagasan inovatif yang mengangkat solusi terhadap persoalan hama ulat dan penggunaan pestisida yang berdampak terhadap lingkungan serta kesehatan.
Yusrina Nurhaliza menjelaskan bahwa keikutsertaan tim dalam kompetisi tersebut dilandasi semangat untuk mengasah kreativitas sekaligus menguji kemampuan akademik di tingkat nasional. Selama proses persiapan, tim melakukan kajian mendalam terhadap isu-isu aktual di sektor pertanian dengan pendampingan intensif dari dosen pembimbing.
"Kami mengulas permasalahan yang sedang menjadi perhatian di dunia pertanian, yaitu hama berupa ulat dan penggunaan pestisida yang ternyata memiliki dampak berbahaya. Selain menyusun konsep esai, kami juga berlatih presentasi selama dua hari berturut-turut," ujar Yusrina.
Ia mengungkapkan bahwa proses persiapan bukanlah hal yang mudah. Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, penyusunan laporan praktikum, hingga penulisan artikel ilmiah, tim tetap berupaya membagi waktu untuk menyelesaikan esai dan mempersiapkan presentasi.
"Dalam satu minggu kami harus menyelesaikan berbagai deadline kuliah sekaligus menyempurnakan esai. Saat hari pelaksanaan lomba, kami fokus memprediksi pertanyaan yang mungkin diajukan dewan juri dan berlatih menjawabnya secara cepat dan tepat," tuturnya.
Pada sesi presentasi, tim sempat menghadapi tantangan karena belum membawa prototipe sebagai pendukung gagasan yang dipaparkan. Meski demikian, mereka mampu menjelaskan konsep dan mempertanggungjawabkan seluruh isi esai dengan baik sehingga memperoleh apresiasi serta masukan positif dari dewan juri.
Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi tim untuk terus meningkatkan kualitas inovasi pada kompetisi berikutnya. Mereka berharap dapat mempersiapkan karya yang lebih matang, termasuk menghadirkan prototipe sebagai implementasi nyata dari gagasan yang dikembangkan.
"Kami berharap pada kompetisi selanjutnya dapat membawa prototipe yang lebih matang dengan persiapan yang lebih maksimal sehingga tidak hanya mengharumkan nama Unsoed di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional," kata Yusrina.
Prestasi tersebut semakin mempertegas komitmen mahasiswa Unsoed dalam menghasilkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan yang mampu memberikan kontribusi bagi penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat, khususnya di bidang pertanian berkelanjutan.




