Publish: 23 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Jum, 23/10/26] Tim Bimbingan Konseling (BK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyelenggarakan pelatihan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) bertema “Peningkatan Motivasi Diri bagi Mahasiswa Penerima Beasiswa ADik”, Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat lantai II Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) Unsoed ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Roy Andreas, S.Si., M.Si., Ph.D., serta diikuti 57 mahasiswa penerima Beasiswa ADik.
Dalam sambutannya, Roy Andreas menyampaikan bahwa Program ADik merupakan upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri bangsa dari daerah yang membutuhkan dukungan afirmasi, termasuk wilayah Indonesia Timur. Kesempatan tersebut diharapkan dapat menjadi jalan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, meraih cita-cita, dan mempersiapkan masa depan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan studi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga motivasi, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, dan ketangguhan dalam menghadapi kesulitan.
“Mahasiswa perlu menetapkan tujuan yang nyata selama kuliah, belajar dengan sungguh-sungguh, membangun relasi yang sehat, serta memanfaatkan layanan kampus. Jika menghadapi persoalan akademik maupun pribadi, jangan ragu mencari bantuan dari dosen, teman tepercaya, atau Tim Bimbingan Konseling. Mencari bantuan merupakan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri, bukan tanda kelemahan,” ungkapnya.
Ketua Panitia, Prof. Sri Lestari, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pendampingan bagi mahasiswa penerima Beasiswa ADik agar mampu menjaga motivasi dan menjalani proses perkuliahan dengan baik. Ia berharap para peserta dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan tangguh.
“Kami berharap adik-adik tidak hanya berhasil memperoleh gelar sarjana, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, memiliki kepedulian sosial, dan kelak mampu memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, daerah asal, serta bangsa Indonesia,” harapnya.
Pelatihan menghadirkan Bunda Rofiah Akbar, M.Psi., Psikolog, dan Rahmawati Wulansari, S.Psi., M.Si., sebagai narasumber. Dalam materi bertajuk “Ubah Dirimu, Ubah Masa Depanmu: Motivasi dan Pengembangan Diri Mahasiswa”, Bunda Rofiah menekankan pentingnya persiapan diri untuk menghadapi tantangan perkuliahan dan kehidupan di masa depan.
“Kesuksesan tidak datang secara tiba-tiba, tetapi membutuhkan perjuangan, usaha, dan persiapan diri. Mahasiswa perlu mempersiapkan mental, meningkatkan pengetahuan, serta mengembangkan soft skills untuk menghadapi tantangan perkuliahan dan masa depan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memiliki tujuan yang jelas dalam menempuh pendidikan tinggi. Hal tersebut perlu disertai penguatan mental, kemandirian belajar, kemampuan mengelola waktu dan menentukan prioritas, serta membangun lingkungan pertemanan yang positif. Selain itu, menjaga kesehatan fisik dan mental melalui pola tidur yang cukup, pola makan teratur, olahraga, serta keberanian mencari bantuan profesional ketika menghadapi tekanan juga menjadi bagian penting dalam proses adaptasi mahasiswa.
Sementara itu, Rahmawati Wulansari menyampaikan materi mengenai penguatan motivasi, adaptasi, dan ketangguhan mahasiswa. Ia mendorong peserta untuk mengenali potensi, nilai, dan kekuatan diri, mengembangkan pola pikir positif, serta meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian dalam menghadapi tantangan akademik, sosial, maupun emosional.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa penerima Beasiswa ADik diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, memperkuat motivasi, dan membangun strategi menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan tinggi. Bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh di Unsoed diharapkan menjadi modal untuk meraih masa depan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, daerah asal, dan masyarakat luas.
#unsoed1963 #merdekamajumendunia #berdampak




