Publish: 28 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 28/9/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memperkuat kerja sama internasional di bidang pertanian melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Syngenta, perusahaan agrikultur global yang berkantor pusat di Swiss. Penandatanganan berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Selasa (22/9), sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Petani MAJU Summit 2026.
MoU Unsoed dengan Syngenta ditandatangani oleh Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsoed, Prof. Ir. Sakhidin, M.S., mewakili Plt. Rektor Unsoed Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si. yang berhalangan hadir. Penandatanganan tersebut merupakan bagian dari tiga kemitraan strategis yang dibangun Syngenta bersama mitra nasional dan internasional untuk memperkuat ekosistem inovasi padi.
Kerja sama Unsoed dengan Syngenta mencakup bidang pendidikan dan penelitian, khususnya pengembangan varietas padi, riset kesehatan tanaman, serta validasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan petani.
Plt. Rektor Unsoed Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama Unsoed dengan Syngenta sebelumnya telah berjalan melalui perjanjian kerja sama di tingkat fakultas. Karena itu, MoU di tingkat universitas diperlukan untuk memperluas cakupan kolaborasi agar dapat melibatkan lebih banyak fakultas dan lembaga di lingkungan Unsoed.
“Kerja sama internasional ini tentu akan meningkatkan reputasi Unsoed di tingkat internasional. Kepakaran dan teknologi yang dimiliki Unsoed diharapkan dapat memberikan dampak tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujarnya.
Menurut Prof. Ali, penguatan kerja sama pada tingkat universitas juga membuka peluang pengembangan kolaborasi yang lebih komprehensif, baik dalam penelitian maupun pendidikan.
Kerja sama Unsoed dan Syngenta bukan merupakan kolaborasi yang baru. Faperta Unsoed sebelumnya telah menjalin sejumlah kegiatan bersama Syngenta Seed Indonesia. Di bidang riset, kerja sama tersebut antara lain mencakup perakitan varietas padi tipe Inpari 32 aromatik pada 2024–2026 serta pengujian ketahanan terhadap hama dan penyakit utama pada galur padi Syngenta pada 2024.
Sementara di bidang pendidikan, Syngenta telah menjadi mitra magang berdampak Faperta Unsoed pada semester gasal 2025/2026. Selain itu, pada 2026 Unsoed juga menjadi lokasi penyelenggaraan NK Bootcamp, yakni pelatihan bagi staf Syngenta.
Ke depan, kolaborasi riset akan dikembangkan melalui uji multilokasi terhadap material dan varietas yang dikembangkan Syngenta Seed Indonesia. Pengembangan kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi Unsoed dalam riset dan inovasi pertanian yang berbasis kebutuhan lapangan.
Penandatanganan MoU tersebut menjadi bagian dari Indonesia Petani MAJU Summit 2026, yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pertanian. Kegiatan dibuka oleh Duta Besar Swiss untuk Indonesia dan Timor-Leste serta dihadiri perwakilan Komisi IV DPR RI, BRIN, BRMP, Kementerian Pertanian, dan pimpinan Syngenta.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Rice Technology Dialogue bertema “Innovating Together for Farmers and Food Self-Sufficiency” yang membahas peran strategis inovasi perbenihan dan pemuliaan tanaman. Forum tersebut menghadirkan para ahli dan praktisi dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, hingga Prancis.
Dalam forum tersebut, Unsoed turut berkontribusi melalui Guru Besar Faperta Unsoed, Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D., yang dikenal melalui kepakarannya dalam pemuliaan tanaman dan pengembangan varietas unggul padi.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri memungkinkan hasil penelitian tidak berhenti pada tahap akademik, tetapi dapat dikembangkan dan divalidasi berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Ini penting agar inovasi yang dihasilkan semakin relevan dan dapat memberikan manfaat bagi petani,” kata Prof. Totok.
Melalui MoU tersebut, Unsoed dan Syngenta diharapkan dapat memperluas sinergi dalam pengembangan riset, pendidikan, sumber daya manusia, serta inovasi perbenihan. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat peran Unsoed dalam membangun ekosistem pertanian yang inovatif dan berkelanjutan serta memperluas pemanfaatan kepakaran Unsoed pada tingkat nasional dan internasional.
#unsoedberdampak




