Publish: 25 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Jum, 25/9/26] Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-25 FK Unsoed, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula FK Unsoed tersebut dihadiri Plt Rektor Unsoed, para dekan, sivitas akademika FK, mahasiswa dan alumni, serta tamu undangan.
Mengusung tema “Local Wisdom, Environmental Insight, and Global Medical Impact”, peringatan Dies Natalis menjadi momentum refleksi perjalanan FK Unsoed selama 25 tahun sekaligus memperkuat arah pengembangan pendidikan kedokteran yang responsif terhadap tantangan kesehatan masyarakat.
Ketua Panitia Dies Natalis ke-25 FK Unsoed, dr. Gema Citra Dwijayanti, M.Si.Med., Sp.JP, mengatakan tema yang diangkat menggambarkan komitmen FK Unsoed untuk terus bertumbuh dengan tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.
“Tema ini menggambarkan harapan agar FK Unsoed tetap berakar pada kearifan lokal, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, serta mampu memberikan dampak yang luas di bidang kedokteran,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, rangkaian Dies Natalis telah berlangsung sejak Juni 2026. Kegiatan diawali pengabdian masyarakat berupa operasi katarak gratis. Rangkaian kegiatan juga mencakup MTQ dan English Speech Contest tingkat SLTA, konser musik dan berbagai lomba kampus, Tablig Akbar yang dihadiri sekitar 5.000 peserta, serta kegiatan ilmiah berupa workshop dan seminar selama dua hari.
“Kegiatan Kedokteran Run dan Fun Walk yang diikuti lebih dari 800 peserta serta reuni alumni angkatan pertama atau angkatan 2001 menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan 25 tahun FK Unsoed,” jelasnya.
Dekan FK Unsoed, Dr. dr. M. Mukhlis Rudi Prihatno, M.Kes., M.Si.Med., Sp.An-KNA, menyampaikan bahwa perjalanan 25 tahun telah membawa FK Unsoed berkembang dalam pendidikan kedokteran, baik dari sisi program studi maupun fasilitas. “Ke depan, kami akan terus memperkuat pendidikan, memperluas kolaborasi dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan, serta menyiapkan pengembangan program studi untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya. Menurutnya, kolaborasi dengan rumah sakit daerah, fasilitas kesehatan, termasuk fasilitas kesehatan TNI, penting untuk mendukung proses pendidikan dan praktik mahasiswa sekaligus membentuk kedisiplinan dan kompetensi calon dokter.
Sementara itu, Plt Rektor Unsoed Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si., mengatakan usia 25 tahun menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan FK Unsoed yang dibangun melalui kerja keras para pendiri dan pendahulu.
“FK Unsoed telah genap berusia 25 tahun. Pencapaian yang kita lihat hari ini merupakan hasil kerja keras dan fondasi dari cita-cita mulia para pendiri serta para pendahulu,” ujarnya.
Ia menegaskan, profesi dokter memiliki dimensi kemanusiaan yang kuat. “Ilmu kedokteran tidak hanya tentang tindakan medis untuk menyembuhkan penyakit. Di dalamnya ada adab, kearifan, dan kepedulian dalam merawat,” jelasnya.
Plt Rektor juga mengajak sivitas akademika memperkuat kolaborasi dan persatuan untuk menjaga kualitas pendidikan calon dokter. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rencana universitas menghidupkan kembali tradisi ziarah ke makam para pendiri Unsoed dan makam Jenderal Soedirman sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat nilai-nilai perjuangan.
Sidang Terbuka Senat juga diisi orasi ilmiah oleh Dr. dr. Raditya Bagas Wicaksono dengan tema “Pengembangan Layanan Paliatif Komunitas untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien di Banyumas”, dilanjutkan tausiah oleh Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag.
Pada kesempatan tersebut turut diumumkan sivitas akademika berprestasi dalam bidang publikasi, capaian SINTA, serta prestasi mahasiswa. Penghargaan diberikan kepada dosen dari Jurusan Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi serta mahasiswa dengan capaian juara terbanyak pada kategori tim maupun individu periode September 2025–Agustus 2026.
Peringatan 25 tahun FK Unsoed menjadi momentum untuk memperkuat fondasi yang telah dibangun sekaligus menegaskan komitmen fakultas dalam mengembangkan pendidikan kedokteran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berakar pada kearifan lokal, peduli lingkungan, serta memberikan dampak lebih luas.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




