Publish: 20 Juli 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 20/7/2026] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui Pusat Biodiversitas dan Maritim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) mendukung uji coba Smart Dropbox sebagai inovasi pengelolaan sampah plastik pesisir di Pantai Menganti, Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jumat (17/7/2026). Program ini menjadi bagian dari Skema Insentif Cerdas yang mendorong masyarakat menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) sekaligus memberikan manfaat ekonomi dari sampah plastik yang dikumpulkan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh SNV Indonesia melalui Proyek SOLUSI (Integrated Land and Seascape Solutions for Indonesia) bersama Pemerintah Kabupaten Cilacap tersebut diawali dengan aksi bersih pantai, dilanjutkan peresmian Smart Dropbox sebagai fasilitas pengumpulan sampah plastik di kawasan pesisir. Selain Pantai Menganti, fasilitas serupa juga ditempatkan di Bunton, Kecamatan Adipala.
Unsoed diwakili oleh Dr. rer. nat. Riyanti, S.T., M.Biotech. dan Firda Haifa Fadhilah, S.T., M.T. Kehadiran keduanya menegaskan komitmen Unsoed sebagai mitra akademik dalam mendukung edukasi lingkungan, penelitian, pendampingan masyarakat, serta pengembangan kolaborasi multipihak untuk mengurangi kebocoran sampah plastik ke laut.
Dr. Riyanti menegaskan bahwa penanganan sampah plastik di kawasan pesisir membutuhkan pendekatan yang terintegrasi, mulai dari edukasi hingga evaluasi berbasis data.
"Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui penyediaan data dan kajian ilmiah, edukasi masyarakat, pendampingan teknis, serta evaluasi terhadap perubahan perilaku dan kondisi lingkungan. Dengan demikian, Smart Dropbox tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah, tetapi menjadi bagian dari sistem pengelolaan pesisir yang berbasis pengetahuan," ujarnya. Senada dengan hal tersebut, Firda Haifa Fadhilah, S.T., M.T. menekankan pentingnya kesinambungan antara penyediaan fasilitas, pengelolaan data, dan keterlibatan masyarakat. Pencatatan yang tertib diperlukan untuk mengetahui jumlah dan jenis sampah plastik yang terkumpul, frekuensi penyetoran, tingkat partisipasi masyarakat, serta manfaat yang dihasilkan dari pelaksanaan Skema Insentif Cerdas.
Project Manager SOLUSI–IKI–SNV, Audrie J. Siahainenia, Ph.D., menjelaskan bahwa Smart Dropbox merupakan bagian dari pendekatan insentif yang menghubungkan masyarakat, pemerintah, bank sampah, sektor swasta, dan perguruan tinggi dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
"Program ini tidak hanya menghadirkan Smart Dropbox, tetapi juga pencatatan digital bank sampah, pengembangan dashboard, materi edukasi, penguatan forum tanggung jawab sosial perusahaan, hingga skema penukaran sampah plastik menjadi manfaat ekonomi," jelas Audrie.
Melalui mekanisme tersebut, sampah plastik yang disetorkan masyarakat akan ditimbang, dicatat, dan disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang. Nilai sampah yang terkumpul selanjutnya dapat dikonversi menjadi berbagai manfaat, termasuk dukungan bagi kebutuhan operasional nelayan, sehingga mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan pesisir.
Selain dosen, mahasiswa Ilmu Kelautan Unsoed turut berpartisipasi dalam aksi bersih pantai sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman. Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, sektor swasta, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah pesisir yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi tersebut, Pusat Biodiversitas dan Maritim LPPM Unsoed berkomitmen mendukung keberlanjutan program melalui penelitian, edukasi lingkungan, pendampingan masyarakat, pengembangan inovasi, serta pemantauan berbasis data untuk mengurangi pencemaran plastik di wilayah pesisir dan laut.




