Publish: 22 Juli 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Rab, 22/7/2026] Pusat Biodiversitas dan Maritim, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berpartisipasi dalam kegiatan Kick-Off Uji Coba Skema Insentif Cerdas di Kabupaten Banyumas yang diselenggarakan oleh SNV Indonesia melalui Proyek SOLUSI (Integrated Land and Seascape Solutions for Indonesia), Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, ini menandai dimulainya uji coba pengelolaan sampah plastik berbasis teknologi digital dan pemberdayaan masyarakat.
Acara dibuka oleh Kepala Bapperida Kabupaten Banyumas, Dedy Noerhasan, S.T., M.Si., didampingi Project Manager SOLUSI–IKI SNV, Audrie J. Simanjuntak, Ph.D. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian dashboard digital sebagai instrumen pemantauan pengelolaan sampah plastik di tingkat komunitas, sekaligus aktivasi pengelolaan Bank Sampah Jitu Desa Tambaknegara.
Unsoed diwakili oleh Dr. rer. nat. Riyanti, S.T., M.Biotech., Firda Haifa Fadhilah, S.T., M.T., serta empat mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Kehadiran tim Unsoed merupakan bagian dari dukungan akademik dalam penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis data, inovasi digital, dan partisipasi masyarakat.
Dr. rer. nat. Riyanti menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki arti strategis dalam upaya menjaga kualitas lingkungan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu.
"Sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik di wilayah daratan berpotensi terbawa aliran sungai menuju hilir, muara, pesisir, hingga laut. Oleh karena itu, penguatan pemilahan sampah dari sumber, pengelolaan bank sampah, pencatatan digital, dan aktivasi komunitas menjadi langkah strategis untuk mengurangi tekanan pencemaran terhadap lingkungan perairan," ujarnya.
Menurutnya, DAS Serayu merupakan kawasan penting yang menghubungkan aktivitas masyarakat di daratan dengan kondisi ekosistem sungai hingga pesisir. Melalui skema insentif cerdas, masyarakat didorong untuk lebih aktif memilah dan mengelola sampah plastik sejak dari sumbernya. Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kebersihan lingkungan desa, tetapi juga menekan potensi pencemaran plastik yang mengalir ke badan sungai dan wilayah hilir.
Usai peresmian dashboard digital, peserta mengikuti demonstrasi sistem pencatatan digital yang diterapkan oleh Bank Sampah Jitu Tambaknegara. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung proses pemilahan, penimbangan, dan pengelolaan sampah plastik di bank sampah tersebut.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Kabupaten Banyumas, organisasi masyarakat, komunitas, sektor swasta, hingga perguruan tinggi. Kolaborasi multipihak tersebut menjadi fondasi dalam membangun tata kelola sampah yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Melalui partisipasi dalam program ini, Unsoed menegaskan komitmennya untuk mendukung inovasi pengelolaan lingkungan berbasis kolaborasi. Pusat Biodiversitas dan Maritim LPPM Unsoed memandang bahwa persoalan sampah plastik memerlukan pendekatan lintas sektor yang mengintegrasikan aspek lingkungan, teknologi, sosial, ekonomi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat basis ilmiah, pendampingan, serta pengembangan inovasi guna mendukung pengelolaan sampah plastik yang lebih partisipatif dan berkelanjutan di Kabupaten Banyumas.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




