Publish: 6 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sel, 06/10/26] Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berbasis Riset Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendorong penerapan pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui konsep School-to-Home Waste Linkage. Konsep tersebut diperkenalkan melalui sosialisasi Kurikulum Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas yang melibatkan pengelola bank sampah dan tenaga pendidik di Kabupaten Banyumas, Minggu (27/9).
Kegiatan yang berlangsung di Purwokerto tersebut diikuti pengelola Bank Sampah “Ramah” bersama guru sekolah dasar dan pendidikan anak usia dini dari wilayah Kober, Purwokerto. Peserta berasal dari dua kelompok yang menjadi bagian penting dalam penerapan konsep School-to-Home Waste Linkage, yakni jalur pendidikan formal melalui sekolah dan jalur pendidikan masyarakat melalui keluarga.
Ketua Tim Pengusul, Prof. Dr. Slamet Rosyadi, S.Sos., M.Si., mengatakan kegiatan yang didanai melalui skema PKM Berbasis Riset BLU Universitas Jenderal Soedirman Tahun Anggaran 2026 tersebut menempatkan School-to-Home Waste Linkage sebagai inti strategi kurikulum. Peserta didik didorong menjadi penghubung antara edukasi pengelolaan sampah yang diperoleh di sekolah dengan penerapannya di lingkungan keluarga.
“Kami ingin dua jalur ini berjalan beriringan. Anak belajar memilah di sekolah, lalu membawa kebiasaan itu ke rumah, sementara orang tua diperkuat melalui bank sampah dengan standar khusus," ujar Prof. Slamet.
Ia menjelaskan, kurikulum pengelolaan sampah disusun secara berjenjang dengan menyesuaikan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Materi diberikan mulai dari pengenalan visual pada jenjang PAUD hingga pembahasan mengenai ekonomi sirkular dan tanggung jawab produsen pada jenjang pendidikan menengah. "Praktik di sekolah tidak berhenti di kelas. Melalui School-to-Home Waste Linkage, kebiasaan itu dirancang terbawa pulang dan diterapkan di rumah," katanya.
Konsep tersebut diharapkan dapat memperluas dampak edukasi pengelolaan sampah dari lingkungan sekolah ke keluarga. Dengan demikian, pembiasaan yang dilakukan peserta didik di sekolah dapat menjadi bagian dari praktik pengelolaan sampah dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, menyampaikan dukungan terhadap penguatan edukasi lingkungan di satuan pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun perubahan perilaku apabila pembelajaran yang diberikan juga terhubung dengan kebiasaan di lingkungan keluarga.
"Dinas Pendidikan mendukung penguatan edukasi lingkungan di sekolah. Satuan pendidikan dapat menjadi pintu masuk perubahan perilaku, terutama jika praktiknya terhubung dengan kebiasaan di rumah," ujar Widodo.
Sementara itu, Dosen Teknologi Pertanian Unsoed, Dr. Pepita Haryanti, S.TP., M.Sc., memberikan penguatan dari aspek teknis, khususnya terkait penanganan sampah organik rumah tangga. Ia menilai sampah organik menjadi salah satu penyumbang signifikan timbulan sampah daerah, sehingga pengelolaannya perlu dilakukan sejak dari sumber.
"Sampah organik rumah tangga harus ditangani sejak dari sumbernya. Karena itu, pemilahan dari rumah menjadi kunci," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Tim PKM Berbasis Riset FISIP Unsoed mendorong keterhubungan antara edukasi di sekolah, praktik pengelolaan sampah di rumah, dan penguatan peran komunitas melalui bank sampah. Sinergi tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.




