[unsoed.ac.id, Sel, 19/5/26] Semangat untuk terus mencoba dan berkembang membawa mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Rachel Laeli Putri Ramadhani, menorehkan prestasi membanggakan di bidang kepenulisan esai. Mahasiswa angkatan 2024 tersebut berhasil membuktikan bahwa keberanian keluar dari zona nyaman dapat menjadi awal perjalanan menuju pencapaian yang membanggakan.
Di balik prestasi yang diraih, Rachel memiliki perjalanan yang tidak biasa. Sejak duduk di bangku sekolah dasar kelas 2, dunia olahraga, khususnya renang, menjadi fokus utama dalam kehidupannya. Aktivitas dan pengalaman yang dimiliki lebih banyak berkaitan dengan dunia olahraga dibandingkan bidang akademik seperti kepenulisan.
Namun, saat memasuki semester pertama perkuliahan di Fakultas Hukum Unsoed, Rachel mulai tertarik pada dunia esai. Baginya, esai bukan sekadar tulisan, tetapi ruang untuk menyampaikan gagasan, sudut pandang, dan solusi atas berbagai persoalan yang ada di masyarakat.
“Awalnya saya tertarik mencoba karena melihat esai sebagai media yang menarik untuk menyampaikan gagasan, pendapat, dan cara pandang terhadap suatu isu. Dari situ saya juga belajar untuk berpikir lebih kritis, terstruktur, dan terbuka terhadap berbagai perspektif,” ungkap Rachel.
Perjalanan Rachel di dunia kepenulisan tidak langsung berjalan mulus. Ia mengaku telah beberapa kali mengikuti kompetisi esai, namun belum berhasil meraih kemenangan. Kegagalan-kegagalan tersebut justru menjadi pemantik semangat untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Keberhasilan yang diraih saat ini menjadi kemenangan pertamanya di bidang kepenulisan esai sekaligus pengalaman yang sangat berharga.
“Ini menjadi kemenangan pertama saya di bidang kepenulisan esai. Pencapaian ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus belajar, berkembang, dan berani mencoba hal-hal baru di luar bidang yang sebelumnya saya tekuni,” ujarnya.
Di balik pencapaiannya, Rachel menjalani proses persiapan yang tidak singkat. Selama kurang lebih tiga bulan, ia membagi waktu antara perkuliahan, organisasi, dan persiapan lomba melalui latihan menulis, riset, hingga penyusunan esai secara bertahap.
Rachel mengakui tantangan terbesar datang dari dirinya sendiri, terutama dalam mengatur waktu dan menjaga konsistensi di tengah berbagai tanggung jawab.
“Saya berusaha membuat skala prioritas dan mengatur jadwal sebaik mungkin. Biasanya saya menyelesaikan tanggung jawab akademik terlebih dahulu, lalu memanfaatkan waktu luang untuk menulis, riset, dan kegiatan lainnya. Tidak jarang saya merasa sangat kelelahan karena harus mengorbankan waktu istirahat,” tuturnya.
Meski demikian, Rachel merasa bersyukur karena mendapat dukungan besar dari orang tua, keluarga, partner bertumbuh, serta teman-teman terdekat yang terus memberikan semangat selama proses persiapan.
Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika mengikuti kompetisi di Universitas Mataram. Pada kesempatan tersebut, Rachel harus mempresentasikan inovasi di hadapan akademisi berpengalaman dan finalis dari berbagai daerah di Indonesia.
“Awalnya saya sangat gugup karena itu pengalaman pertama saya mempresentasikan inovasi di depan akademisi dan finalis dari berbagai daerah. Namun pengalaman tersebut justru menjadi pembelajaran berharga agar saya lebih percaya diri dan berani menyampaikan ide di depan umum,” jelas Rachel.
Selain pengalaman kompetitif, Rachel juga memperoleh kesempatan memperluas relasi dan wawasan melalui interaksi dengan peserta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Kalimantan, Jawa, Sumatra, hingga Sulawesi.
Rachel menilai Unsoed telah memberikan dukungan yang cukup baik bagi mahasiswa berprestasi, terutama dalam bentuk fasilitasi surat tugas, dispensasi akademik, hingga bantuan menghubungkan mahasiswa dengan dosen pembimbing yang relevan dengan bidang kompetisi. Selain itu, mekanisme reimbursement dana lomba dinilai cukup membantu meringankan kebutuhan pembiayaan mahasiswa selama mengikuti kompetisi.
Ke depan, Rachel berharap Unsoed dapat terus memperkuat dukungan bagi mahasiswa berprestasi melalui pembinaan yang lebih intensif, mentoring, serta akses informasi kompetisi yang lebih luas agar mahasiswa mampu berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, Prof. Dr. Norman Arie Prayogo, S.Pi., M.Si, menyampaikan apresiasi atas semangat dan capaian yang diraih Rachel.
“Prestasi yang diraih Rachel Laeli Putri Ramadhani merupakan bukti bahwa mahasiswa Unsoed memiliki semangat belajar, keberanian mencoba hal baru, dan daya juang yang tinggi. Kami merasa bangga atas capaian ini karena menunjukkan bahwa mahasiswa mampu berkembang tidak hanya pada bidang yang telah lama ditekuni, tetapi juga berani mengeksplorasi potensi baru. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi, berani keluar dari zona nyaman, dan membawa nama baik Universitas Jenderal Soedirman di tingkat yang lebih luas,” ujar Prof. Dr. Norman.
Rachel pun membagikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lain yang ingin menekuni dunia kepenulisan esai tanpa meninggalkan prestasi akademik.
“Menurut saya kuncinya adalah disiplin, konsisten, dan jangan pantang menyerah. Memang tidak mudah, tetapi dengan komitmen yang kuat, skala prioritas yang jelas, serta konsistensi, keduanya bisa berjalan beriringan. Yang tidak kalah penting adalah menjaga kesehatan dan memiliki lingkungan yang mendukung agar tetap semangat dalam berproses,” pungkasnya.
#sdgs3 #sdgs4 #sdgs5 #unsoedberdampak
