Publish: 12 Agustus 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Rab, 12/8/26] Focus Group Discussion menjelang perkuliahan tahun akademik 2026-2027 dosen agama dan kepercayaan Unsoed bersepakat untuk menyisipkan nilai kebangsaan dalam perkuliahan. Hal ini dilakukan sebagai respon atas berbagai dinamika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.
Pemantik diskusi, Muhamad Riza Chamadi menjelaskan persoalan sosial politik yang dihadapi bangsa dewasa ini harus direspon oleh dosen agama dan kepercayaan. Mengingat, menurut Riza dosen agama dan kepercayaan sebagai benteng kekuatan moral dan akhlak mulia bagi mahasiswa.
“Moralitas bangsa ini perlu dijaga dan dikuatkan agar melahirkan karakter generasi yang taat pada agamanya dan cinta pada negerinya,” jelasnya pada Selasa, 11 Agustus 2026 di Aula LPMPP Unsoed.
Untuk itu, lanjut Riza dalam mengajar dosen mengintegrasikan muatan nilai kebangsaan pada rencana pembelajaran yang kini sedang dikembangkan melalui kurikulum berbasis outcome based education (OBE).
“Melalui kurikulum OBE pada rencana pembelajaran agama dan kepercayaan mengintegrasikan nilai keimanan dan ketakwaan, kebangsaan dan cinta tanah air yang relevan dalam kehidupan modern saat ini,” paparnya.
Dosen agama Islam, Musmuallim menyampaikan kurikulum OBE yang telah diterapkan idealnya sejalan dengan penguatan karakter religius dan semangat spiritualitas.
Menurutnya, degradasi moral dan akhlak mulia jangan dianggap sepele. Semua komponen bangsa ikut bertanggung jawab salah satunya dosen agama dan kepercayaan.
“Kurikulum OBE sebagai wasilah implementasi nilai keagamaan diharapkan menjadi instrumen pembelajaran yang relevan menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, dan kebangsaan sekaligus,” harapnya.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




