Publish: 18 Agustus 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sel, 18/8/26] Penguatan toleransi beragama bagi pelajar dan mahasiswa menjadi upaya preventif dalam membangun harmoni dalam kebinekaan bangsa.
Model penguatan tersebut didesain dalam kemah moderasi dan kecakapan digital forum persaudaraan lintas iman atau Forsa Moderation Digital Camp (FMDC) yang digelar hasil kerjasama Program Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed di Gubug Delimor, Karangsalam, Baturraden pada Jum'at sampai Sabtu, 14-15 Agustus 2026.
Dosen Unsoed, Muhamad Baedowi menyampaikan penanaman nilai toleransi perlu dilakukan bagi generasi muda. Upaya penanaman toleransi tidak hanya di ruang publik namun juga pada jagat maya.
“Materi yang disampaikan mendorong pelajar dan mahasiswa untuk memahami konten yang bijak. Mereka diajak berkampanye tentang cara pandang yang positif pada konten di media sosial,” terangnya.
Narasumber lain, Rifki Ahda Sumantri menjelaskan memberikan pemahaman yang inklusif dan moderat dapat melalui beberapa pendekatan salah satunya dengan berkemah.
Menurut Ahda, kemah sebagai ruang perjumpaan bagi pelajar dan mahasiswa lintas iman. Satu tenda diisi oleh kelompok yang bermacam agama dan kepercayaan.
“Kemah sebagai alat pendidikan untuk menstranformasikan nilai toleransi sebagai media dalam mengkampanyekan moderasi beragama melalui konten digital yang bijak dan menyejukkan,” tegasnya.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




