Lahirnya inovasi-inovasi di bidang kesehatan oleh peneliti Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mewujudkan kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar. Dosen Pascasarjana Fakultas Ilmu Kesehatan Unsoed, Dr. Sidik Awaludin, M.Kep, Ns., Sp. Kep.M.B., mengembangkan E-Titenku, sebuah sistem website untuk merekam tekanan darah berbasis website. Sistem ini diprogram untuk mengkategorikan tingkat hipertensi yang diinput oleh user.
Inovasi ini bermula dari rendahnya kesadaran lansia di sekitar tempat tinggal beliau mengenai hipertensi. “Hasil penelitian saya sebelumnya, 80% masyarakat tidak menyadari kalau dia mengalami hipertensi,” terangnya. Beliau menyayangkan hal ini karena hipertensi merupakan mother of disease dan terparah dapat memicu jantung koroner.
Berdasarkan tingkat kesadaran dan juga bahaya yang ditimbulkan oleh hipertensi, Dr. Sidik merancang Electronic-Tindak Lanjut Tensiku (E-Titenku). Dr. Sidik juga menjelaskan bagaimana cara menggunakan website ini dan bagaimana data mengenai tekanan darah yang diinput akan menghasilkan kategori serta pertolongan pertama yang sesuai dengan tingkatan hipertensi. Awalnya, masing-masing pengguna akan diberikan user dan kata sandi, lalu mereka akan memasukkan sendiri hasil tensi. “Masukkan tensi atas dan bawah berapa. Misalnya 110/80. Masukkan aja. Setelah itu, sistem akan memberikan interpretasi sekaligus rekomendasi langkah yang harus dilakukan oleh pengguna,” jelasnya.
Walau untuk saat ini sistem yang berbasis website ini masih dalam tahap pengembangan bersama tim informatika, E-Titenku, gagasan Dr. Sidik ini akan diteruskan untuk dikembangkan agar dapat diunduh secara gratis pada layanan software handphone seperti Play Store. “Kami belum akan menyimpan di Play Store karena itu masih terus kami kembangkan. Kalau final, kami akan simpan di download gratis,” Dr. Sidik menerangkan.
Inovasi ini memiliki manfaat yang signifikan bagi para penggunannya. Adanya peningkatan kesadaran mengenai hipertensi secara signifikan membuat inovasi ini dinilai tepat sasaran.
“Setelah adanya penggunaan sistem ini, kesadaran masyarakat akan hipertensi meningkat drastis sehingga banyak yang mulai merubah pola hidup mereka ke arah yang lebih sehat. Sekarang hanya sekitar 10% masyarakat sekitar yang masih harus lebih disadarkan secara intens mengenai hipertensi, tentu ini merupakan penurunan prosentase yang signifikan.”
Hal ini karena didukung oleh kesinambungan antara pelayanan yang promotif, preventif, dan kuratif yang menjadi satu alur. Selain itu, dukungan secara monitoring dan hibah dari Unsoed juga turut membantu keberlanjutan inovasi ini. Dr. Sidik juga menambahkan mengenai kemungkinan kolaborasi lintas disiplin. “Kita tidak bisa sendiri. Saat ini yang saya kembangkan adalah multi-profesi dan multi-center. Supaya keberhasilan itu bisa lebih komprehensif,” jelasnya.
Dr. Sidik berharap sistem besar yang sudah dikembangkan ini dapat berjalan dan terwujud dengan integrasi sistem yang baik. “Integrasi sistem pelayanan kesehatan di masyarakat dengan sistem pelayanan di pusat pelayanan kesehatan, menjadi suatu alur yang bisa terpantun dengan baik. Sehingga hubungan antara masyarakat dengan pusat pelayanan kesehatan menjadi semakin harmonis,” pungkasnya.
Inovasi E-TITENKU yang dikembangkan tersebut merupakan kontribusi nyata terhadap SDG poin ke 3: Kontribusi kesehatan preventif dan promotif untuk mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera (Good Health and Well-being). Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa hipertensi adalah “the silent killer” dan pintu masuk menuju penyakit jantung koroner. Dengan menekan angka masyarakat yang tidak sadar hipertensi dari 80% menjadi 10%, E-TITENKU secara langsung mendukung target global untuk mengurangi sepertiga kematian dini akibat PTM melalui pencegahan dan pengobatan.
Visi Presiden untuk mendorong kemandirian sains dan teknologi diwujudkan melalui kolaborasi multi profesi dan multi center yang diinisiasi oleh Unsoed berupa Kemandirian Digital dengan mengembangkan aplikasi lokal yang dapat digunakan secara gratis serta Pemberdayaan Masyarakat berupa inovasi yang mengubah paradigma masyarakat dari objek layanan menjadi subjek yang aktif memantau kesehatannya sendiri.
Inovasi E-TITENKU adalah bukti nyata bahwa intelektualitas akademis dari Unsoed mampu menjawab tantangan riil bangsa. Dengan mendukung SDGs dan Asta Cita, sistem ini tidak hanya memperpanjang harapan hidup masyarakat, tetapi juga membangun fondasi Indonesia Emas 2045 melalui masyarakat yang sehat, produktif, dan melek teknologi. Integrasi sistem ini antara masyarakat dan pusat kesehatan akan menciptakan harmoni pelayanan yang efisien, tepat sasaran, dan berbasis data.
#diktisaintekberdampak#unsoed1963#merdekamajumendunia#unsoedberdampak#sdgs4#sdgs17
