Publish: 27 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sel, 27/10/26] Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Dr. Ir. Rose Dewi, S.Kel., M.Si., IPU., ASEAN Eng., mempresentasikan hasil riset tentang potensi mikroalga di Indonesia dalam Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO) ke-44. Presentasi tersebut menjadi bagian dari forum Women Engineers ASEAN Federation of Engineering Organizations (WE-AFEO) yang mempertemukan insinyur perempuan dari berbagai negara ASEAN.
Kegiatan berlangsung pada 20–22 Oktober 2026 di Pullman Bandung International Convention Centre, Jawa Barat. Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan CAFEO tahun ini. Acara tersebut turut dihadiri Chairman CAFEO sekaligus Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, MBA., IPU., ASEAN Eng., dan dibuka oleh Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M.
Dalam rangkaian WE-AFEO, Dr. Rose Dewi berpartisipasi sebagai pembicara dalam Women Summit 2026 yang mengusung tema “Women Engineers Shaping ASEAN’s Future: Inclusive Industry, Shared Prosperity”. Forum ini menjadi ruang strategis untuk berbagi pengetahuan, memperluas jejaring, dan mendorong kolaborasi di antara insinyur perempuan di kawasan ASEAN.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Rose mempresentasikan kajian keinsinyurannya di bidang Environmental Engineering melalui makalah berjudul “Leveraging Technology to Explore the Potential of Microalgae in Indonesia”. Kajian ini menyoroti pemanfaatan sains, teknik, dan teknologi untuk menggali potensi sumber daya hayati perairan Indonesia, khususnya mikroalga, guna mendukung pembangunan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Menurut Dr. Rose, salah satu tantangan penting saat ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan sumber daya hayati. Mikroalga memiliki potensi untuk menjawab tantangan tersebut karena kaya nutrisi, tumbuh cepat, dapat terurai secara alami, bersifat terbarukan, serta berpotensi menyerap karbon dioksida (CO₂).
Pemanfaatan mikroalga secara tepat dapat memberikan manfaat dari sisi nutrisi, ekonomi, dan ekologi. Pengembangan potensinya juga membutuhkan integrasi ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi agar sumber daya perairan dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan.
Hal ini sejalan dengan komitmen FPIK Unsoed dalam mendukung mitigasi dan pengelolaan kawasan pesisir berkelanjutan, termasuk penyusunan kebijakan pengelolaan wilayah laut melalui pendekatan bioekologis.
“Saya berharap pengetahuan, inovasi, dan pengalaman yang telah dipaparkan serta didiskusikan dalam forum ini dapat memperkuat kebijakan dan pengelolaan lingkungan perairan kita. Kegiatan WE-AFEO juga membuka peluang kolaborasi riset internasional dalam bidang Environmental Engineering,” ungkap Dr. Rose Dewi.
Ia mengaku senang dan terhormat mendapat kesempatan untuk berbagi hasil penelitian di hadapan delegasi insinyur perempuan ASEAN. Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan hasil riset, tetapi juga sarana belajar, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring akademik lintas negara.
“Saya sangat senang dan merasa terhormat dapat diundang dan berpartisipasi membagikan hasil riset di hadapan para Delegasi Women Engineers ASEAN. Kesempatan ini bukan hanya untuk mewakili Indonesia, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring dengan para Insinyur perempuan hebat dari negara-negara anggota ASEAN lainnya,” ujarnya.
Keikutsertaan Dr. Rose Dewi dalam CAFEO 44 diharapkan dapat memperluas jejaring internasional Unsoed sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan inovasi teknologi perairan dan pelestarian lingkungan. Partisipasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong peran perempuan dalam bidang teknologi dan keinsinyuran untuk menjawab tantangan keberlanjutan di tingkat regional maupun global.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




