Berita

Dosen Unsoed Raih Dua Penghargaan Bergengsi pada Indolivestock Innovation Awards 2026

[unsoed.ac.id, Kam, 18/6/2026] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dua dosen Fakultas Pertanian Unsoed berhasil meraih penghargaan pada ajang Indolivestock Innovation Awards 2026 yang diselenggarakan dalam rangkaian Indo Livestock Expo & Forum 2026 di Nusantara International Convention and Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Rabu (17/6/2026).

Prestasi tersebut semakin istimewa karena Unsoed berhasil meraih dua dari empat penghargaan utama yang diberikan dalam ajang yang memberikan apresiasi kepada akademisi, peneliti, praktisi, dan pegiat sosial yang menghasilkan inovasi berdampak bagi pembangunan pangan nasional.

Pada kategori Inovasi Pangan Berbasis Pertanian, penghargaan Amerta Sidhakarya Pangan Pariskara diraih oleh Prof. Dr. Eni Sumarni, S.TP., M.Si. melalui inovasi berjudul “Aplikasi Root Zone Cooling pada Sistem Aeroponik untuk Produksi Benih Kentang dan Bawang Putih di Dataran Rendah Tropis”. Inovasi tersebut menawarkan solusi teknologi untuk meningkatkan produksi benih kentang dan bawang putih di wilayah dataran rendah tropis yang selama ini menghadapi berbagai kendala budidaya akibat faktor iklim.

Sementara itu, penghargaan Anugerah Sidhakarya Pangan Nusantara pada kategori Inovasi Pangan Berbasis Pengolahan berhasil diraih oleh Dr. Santi Dwi Astuti, S.TP., M.Si. melalui inovasi “Mie Bebas Gluten Berbasis Tepung Singkong Termodifikasi dengan Teknologi Tepat Guna Non Ekstrusi”. Inovasi ini menghadirkan alternatif pangan sehat berbahan baku lokal yang memiliki nilai tambah tinggi sekaligus mendukung diversifikasi pangan nasional.

Indolivestock Innovation Awards 2026 diikuti oleh 40 inovasi unggulan dari berbagai lembaga penelitian dan 21 perguruan tinggi di Indonesia. Para peserta terdiri atas 12 guru besar, 17 doktor, 9 magister, dan 2 sarjana yang mengajukan berbagai karya inovatif untuk menjawab tantangan di sektor pangan, pertanian, peternakan, dan pemberdayaan masyarakat.

Proses seleksi dilakukan secara ketat oleh Yayasan Pengembangan Pangan Indonesia (YAPPI) bersama dewan juri yang terdiri atas para pakar dari berbagai bidang keilmuan. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek kebaruan, dampak, keberlanjutan, potensi implementasi, serta kontribusi inovasi terhadap ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Rektor Universitas Jenderal Soedirman Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian yang diraih para dosen Unsoed. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa riset yang dikembangkan di lingkungan kampus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan mendukung agenda pembangunan nasional.

“Penghargaan ini bukan sekadar pencapaian personal, melainkan bukti nyata komitmen Unsoed dalam melakukan hilirisasi riset dari laboratorium agar langsung berdampak pada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor menilai bahwa transformasi Indo Livestock Expo & Forum yang kini memperluas fokusnya ke sektor pangan secara menyeluruh menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk menunjukkan kontribusinya dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Transformasi ajang Indo Livestock 2026 yang kini memperluas cakupannya ke sektor pangan menyeluruh menjadi panggung yang tepat untuk membuktikan bahwa inovasi berbasis kearifan lokal kita mampu menjawab tantangan ketahanan pangan global,” tambahnya.

Prof. Dr. Eni Sumarni mengungkapkan bahwa penghargaan yang diterimanya menjadi motivasi untuk terus mengembangkan teknologi hasil riset agar semakin siap diterapkan secara luas di masyarakat.

“Melalui inovasi Teknologi Root Zone Cooling (RZC) pada sistem aeroponik, kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan iklim tropis bukan penghalang bagi kedaulatan pangan. Penghargaan Amerta Sidhakarya Pangan Pariskara pada IndoLivestock 2026 menjadi motivasi untuk terus meningkatkan Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) inovasi rekayasa biosistem ini guna memproduksi benih kentang dan bawang putih unggul secara mandiri di dataran rendah, serta berpotensi diterapkan pada komoditas pangan strategis lainnya. Kami ingin menghadirkan teknologi pertanian presisi yang tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan lingkungan demi memperkuat kemandirian benih dan pangan nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Santi Dwi Astuti menegaskan bahwa inovasi pangan yang dikembangkannya berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan produk pangan sehat sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal Indonesia.

“Bagi saya, inovasi pangan harus mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat sekaligus memberdayakan potensi pangan lokal. Melalui inovasi Mie Bebas Gluten Berbasis Tepung Singkong Termodifikasi dengan Teknologi Tepat Guna Non Ekstrusi, kami ingin menghadirkan alternatif pangan sehat yang aman, terjangkau, dan memiliki nilai tambah ekonomi bagi komoditas singkong Indonesia. Penghargaan ini tentu menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan riset yang tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar dapat dihilirisasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” jelasnya.

Keberhasilan meraih dua penghargaan utama dalam ajang nasional ini semakin menegaskan posisi Unsoed sebagai perguruan tinggi yang konsisten menghasilkan inovasi aplikatif berbasis potensi lokal. Melalui penguatan riset, hilirisasi teknologi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Unsoed terus berkomitmen menghadirkan solusi inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional yang tangguh, mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

#unsoedberdampak #sdgs2#sdgs8#sdgs9 #sdgs12 #sdgs13