Published: 5 October 2026 - 07:00 WIB - Views: 0 views
[unsoed.ac.id, Sen, 5/10/26] Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (FK Unsoed) di tingkat nasional. Tim FK Unsoed yang terdiri atas Izzah Putri Nor Anoraga, Arva Malinda, dan Jasmine Suwandri berhasil meraih Juara 1 Literature Review dalam kompetisi ilmiah Medical & Science Theoretical Exploration in Research (MESENTERICA) 2026.
Ajang ini diselenggarakan oleh LUNAR-MRC Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, 25–27 September 2026.
MESENTERICA merupakan kompetisi ilmiah tingkat nasional yang mempertemukan mahasiswa fakultas kedokteran dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tahun ini, kompetisi terdiri atas empat kategori, yakni Literature Review, Esai Ilmiah, Poster Publik, dan Video Edukasi. Kompetisi berlangsung melalui babak penyisihan secara daring dan final secara luring di Universitas Lampung.
Dalam kompetisi tersebut, tim FK Unsoed mengangkat karya Literature Review tentang potensi imunoterapi Chimeric Antigen Receptor T-cell (CAR-T) pada penyakit lupus refrakter. Topik tersebut dipilih karena masih terdapat persoalan dalam penanganan pasien Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang tidak memberikan respons terhadap terapi standar.
“Melihat potensi CAR-T yang sangat baik pada kanker darah, kami tertarik melihat bagaimana potensinya pada penyakit lupus. Ternyata juga sangat menarik, hingga berpotensi menghasilkan remisi bebas obat,” ungkap Izzah.
Menurutnya, lupus dapat menimbulkan berbagai komplikasi pada organ tubuh, termasuk ginjal. Pada kondisi yang berat, komplikasi tersebut dapat menyebabkan pasien membutuhkan hemodialisis hingga meningkatkan risiko kematian. Karena itu, diperlukan alternatif terapi bagi pasien lupus yang mengalami kondisi refrakter.
Gagasan utama yang ditawarkan dalam kajian tersebut adalah potensi imunoterapi CAR-T sebagai pendekatan baru yang dapat memberikan remisi bebas obat pada pasien lupus refrakter hanya dengan “satu kali infus”. Meski masih membutuhkan pengembangan dan penelitian lebih lanjut, tim menilai CAR-T berpotensi menjadi salah satu terobosan dalam penanganan SLE di masa mendatang.
Proses penyusunan karya dilakukan sekitar satu bulan, diawali dengan brainstorming untuk menentukan persoalan utama dalam pengobatan SLE, dilanjutkan dengan penelusuran berbagai jurnal ilmiah terbaru. Setelah dinyatakan lolos sebagai salah satu dari 10 besar, tim mempersiapkan diri menghadapi babak final melalui diskusi bersama dosen pembimbing, dr. Yosefin Ratnaningtyas, Sp.PD, serta melakukan latihan dan evaluasi presentasi secara berulang.
Perjuangan menuju final juga tidak lepas dari tantangan pembagian waktu. Kompetisi berlangsung bertepatan dengan rangkaian ujian dan proses penyusunan skripsi. Seusai mengikuti ujian praktikum pada Jumat pagi, tim langsung bertolak ke Lampung untuk mengikuti pembukaan kompetisi. Setelah kembali ke Purwokerto pada Minggu, mereka harus melanjutkan ujian pada Senin hingga Rabu.
Setelah melalui perjalanan menuju Lampung dan menghadapi tekanan kompetisi, tim akhirnya mampu menyelesaikan presentasi dengan baik dan meraih hasil terbaik. Capaian tersebut menjadi pengalaman penting bagi tim, terlebih MESENTERICA 2026 merupakan pengalaman pertama mereka mengikuti kompetisi di luar Pulau Jawa.
Bagi tim, capaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa FK Unsoed lainnya untuk berani berkompetisi di tingkat nasional.
“Tidak perlu ragu, tidak perlu takut. Dicoba saja dulu. Cari tim yang solid dan mau berjuang bersama. Perjuangkan semaksimal mungkin. Insyaallah akan ada hasilnya,” pesannya.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak
