Published: 2 October 2026 - 07:00 WIB - Views: 0 views
[unsoed.ac.id, Kam, 1/10/26] Rangkaian Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII dan Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) 2026 resmi berakhir di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Kamis (1/10/2026). Penutupan dua agenda nasional tersebut menjadi puncak rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 29 September–1 Oktober 2026.
Mengusung tema “Wirata Berkarya Inovatif, Berakar Lokal, Berdampak Global”, KMI Expo XVII 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan jejaring, mempromosikan produk, mengasah kemampuan kewirausahaan, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, Roy Andreas, S.Si., M.Si., Ph.D., mengatakan kegiatan penutupan tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya dua agenda nasional yang telah mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
“Acara ini merupakan closing ceremony untuk dua agenda nasional, yaitu KMI Expo ke-17 dan KBMK tahun 2026. Seluruh rangkaian kompetisi telah berjalan dengan lancar dan diikuti peserta grand final yang berasal dari 219 universitas di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Roy Andreas menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan. Ia juga menyatakan Unsoed siap kembali menjadi tuan rumah berbagai kegiatan nasional pada masa mendatang.
Sementara itu, Plt. Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pimpinan perguruan tinggi, dewan juri, mitra, panitia, serta unsur pemerintah daerah, TNI, dan Kejaksaan yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, penghargaan dalam bidang kewirausahaan tidak semata-mata diukur dari piala yang diperoleh, tetapi juga dari proses pembelajaran yang dijalani mahasiswa.
“Esensi penghargaan kewirausahaan bukan sekadar piala yang dibawa pulang, melainkan keberanian untuk memulai, ketangguhan menghadapi kegagalan, dan kemampuan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, seluruh peserta, baik yang meraih juara maupun belum, adalah pemenang dalam proses pembelajaran,” ungkapnya.
Prof. Ali Rokhman menambahkan, Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan lapangan kerja.
“Mahasiswa diharapkan menjadi pencipta peluang dan penggerak perubahan yang mampu membawa produk lokal menuju pasar global,” katanya.
Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk terus memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa melalui inkubasi bisnis, pendampingan, akses pembiayaan, kolaborasi dengan industri, serta hilirisasi hasil penelitian dan inovasi.
Mewakili Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian KMI Expo dan KBMK 2026 sekaligus secara resmi menutup kegiatan.
Menurutnya, KMI Expo dan KBMK bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi wadah pembelajaran dan kolaborasi yang membuktikan kemampuan mahasiswa dalam menciptakan peluang usaha dan berkontribusi terhadap perekonomian bangsa.
“Mahasiswa telah menunjukkan ide-ide kreatif, teknologi yang aplikatif, serta kesiapan model bisnis. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki potensi untuk bersaing, baik di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Beny juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor agar usaha mahasiswa tidak berhenti pada tahap prototipe. Kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan usaha mahasiswa dapat berkembang secara berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Mahasiswa yang inovatif, kreatif, adaptif, dan tangguh merupakan kunci dalam menulis masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Penutupan KMI Expo XVII dan KBMK 2026 ditandai dengan pemukulan gong oleh Plt. Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si., didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Perwakilan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ketua Pelaksana KMI Expo XVII, dan Ketua Pelaksana KBMK 2026.
Pada acara puncak tersebut juga diumumkan para penerima penghargaan KMI Award yang meliputi kategori Makanan dan Minuman; Budidaya; Industri Kreatif, Seni, dan Budaya; Jasa Pariwisata dan Perdagangan; Manufaktur dan Teknologi Terapan; serta Bisnis Digital.
Selain itu, diumumkan pula pemenang KBMK untuk kategori Perencanaan Bisnis, Riset Investasi, Keuangan Audit Investigatif, Komersialisasi Riset dan Teknologi Tepat Guna, serta Karya Tulis Ilmiah.
Penghargaan juga diberikan kepada pemenang Stand Up Comedy, Kirab Budaya, Stand Terbaik, dan Collaborative Matching. Berakhirnya KMI Expo XVII dan KBMK 2026 di Unsoed diharapkan tidak menjadi akhir dari proses, tetapi menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan, memperluas jejaring, serta membawa inovasi dan produk berbasis potensi lokal agar memiliki dampak yang lebih luas.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak
