Publish: 14 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 14/9/26] Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendorong mahasiswa untuk meningkatkan literasi pertanahan sekaligus mengenali peluang karier di sektor agraria. Hal tersebut mengemuka dalam Kuliah Umum bertema “Gen Z Melek Pertanahan: Problematika dan Peluang Karier Pertanahan” yang digelar di UMCC Lantai 5 FISIP Unsoed, Jumat (11/9/2026).
Kuliah umum yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB tersebut menghadirkan Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dr. Dalu Agung Darmawan, M.Si., sebagai pembicara utama. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pemahaman mengenai berbagai persoalan pertanahan sekaligus prospek karier di bidang agraria.
Dalam paparannya, Dr. Dalu menekankan pentingnya generasi muda memiliki pemahaman mengenai pertanahan. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki literasi pertanahan sejak dini karena pada masa mendatang mereka akan berhadapan langsung dengan aset tanah yang dimiliki keluarga.
“Kenapa mahasiswa atau anak muda harus melek pertanahan? Karena nantinya anak muda yang akan mewarisi dan mengelola tanah dari orang tua atau keluarganya,” ujarnya.
Selain literasi, Dr Dalu juga mendorong mahasiswa FISIP Unsoed untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan. Ia menyebut sektor pertanahan memiliki peluang karier yang luas, termasuk di lingkungan Kementerian ATR/BPN maupun instansi pemerintahan lainnya.
Menurutnya, kompleksitas persoalan agraria membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan lintas disiplin. Latar belakang ilmu sosial dan politik dapat menjadi bekal bagi lulusan FISIP untuk berkontribusi dalam tata kelola pertanahan, terutama dalam memahami aspek sosial, kebijakan, dan dinamika masyarakat.
Antusiasme mahasiswa terlihat dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Sejumlah pertanyaan diajukan peserta, antara lain mengenai kebijakan pemerintah dalam pengadaan tanah di tengah keterbatasan lahan serta persoalan sengketa tanah warisan yang masih kerap terjadi di masyarakat.
Salah satu mahasiswa menanyakan penyelesaian sengketa tanah keluarga yang berkaitan dengan wasiat. Menanggapi hal tersebut, Dalu menjelaskan bahwa persoalan spesifik seperti sengketa warisan perlu dilihat berdasarkan fakta dan kondisi hukum masing-masing kasus.
Penyelesaiannya, kata dia, tidak dapat dilepaskan dari komunikasi dan dialog antar-ahli waris serta pendampingan pihak yang memiliki kompetensi. Ia menegaskan bahwa setiap persoalan pertanahan memiliki konteks yang berbeda sehingga penyelesaiannya perlu disesuaikan dengan fakta hukum yang berlaku di lapangan.
Kegiatan yang merupakan inisiatif FISIP Unsoed bersama Ikatan Alumni FISIP Unsoed (IKAFU) ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya literasi pertanahan sekaligus memperluas wawasan mengenai peluang karier di sektor agraria.
Kuliah umum tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan Kementerian ATR/BPN dalam menyiapkan talenta muda yang memiliki pemahaman akademik sekaligus kepekaan terhadap persoalan pertanahan di masyarakat.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




