[unsoed.ac.id, Rabu, 22/4/2026] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menorehkan capaian akademik penting dengan mengukuhkan lima guru besar (profesor) baru dari tiga fakultas, yakni Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pengukuhan berlangsung di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman, Purwokerto, Rabu (22/4/2026).
Adapun lima guru besar yang dikukuhkan adalah:
- Prof. Dr. Aryuni Yuliantiningsih S.H.,M.H, dalam bidang Ilmu Hukum Laut (Guru Besar ke-16 Fakultas Hukum).
- Prof. Condro Wibowo S.TP., M.Sc., P.hD, dalam bidang Teknologi Pascapanen (Guru Besar ke-22 Fakultas Pertanian).
- Prof. Dr. Setya Wahyudi S.H.,M.H, dalam bidang Hukum Pidana Anak (Guru Besar ke17 Fakultas Hukum).
- Prof. Dr. Erni Sumarni S.TP., M.Si, dalam bidang Teknik Pertanian (Guru Besar ke-23 Fakultas Pertanian).
- Prof. Dr. Yanuar E. Restianto S.E., M.Acc.,Ak, CA, CPA., dalam bidang Akuntansi Bisnis Digital (Guru Besar ke-29 Fakultas Ekonomi dan Bisnis).
Dalam orasi ilmiah, para profesor menyampaikan gagasan strategis yang relevan dengan tantangan pembangunan masa kini. Di bidang hukum, Prof. Aryuni mengangkat topik “Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Laut di Luar Yurisdiksi Nasional: Tantangan dan Peluang bagi Indonesia,” yang menekankan pentingnya tata kelola biodiversitas laut sebagai identitas negara maritim. Sementara itu, Prof. Setya melalui orasi “Peradilan Restoratif Anak Indonesia: Penataan Ulang Diversi untuk Optimalisasi Perlindungan Anak yang Berhadapan dengan Hukum” menyoroti pendekatan keadilan restoratif guna menjamin masa depan generasi muda.
Di bidang pertanian, Prof. Condro mengangkat tema “Inovasi Teknologi Pascapanen untuk Mengurangi Food Loss dan Food Waste pada Komoditas Pertanian,” yang menegaskan pentingnya penguasaan teknologi dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Selaras dengan itu, Prof. Erni melalui orasi “Pengendalian Lingkungan Mikro Tanaman Berbasis Rekayasa Biosistem” menawarkan pendekatan inovatif untuk memperkuat ketahanan pangan.
Adapun dalam bidang ekonomi, Prof. Yanuar dalam orasinya yang berjudul “Tarian Algoritma di Antara Angka-Angka” menekankan pentingnya integritas dalam membangun akuntabilitas yang transformatif di era digital, khususnya dalam praktik akuntansi bisnis.
Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan dan kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui invensi dan inovasi. Pemikiran para profesor yang dikukuhkan hari ini diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan sumber daya perdesaan dan kearifan lokal, Unsoed berkomitmen untuk menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak nyata, khususnya dalam mendorong kemandirian desa.
Prosesi pengukuhan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua KPK, Prof. Dr. Agus Joko Pramono, S.ST., S.H., M.Acc., Ak., CA., CSFA., CPA., CFrA., QGIA., CGCAE.
Dengan penambahan lima profesor baru, jumlah guru besar aktif di Unsoed kini mencapai 140 orang. Capaian ini semakin memperkuat posisi Unsoed sebagai perguruan tinggi unggul yang konsisten berkontribusi dalam pembangunan berbasis potensi lokal dan berkelanjutan.

Senat Universitas Memasuki Ruangan Upacara

Senat Universitas Memasuki Ruangan Upacara

Ketua Senat Membuka Sidang Terbuka Pengukuhan

Pengukuhan Profesor

Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq

Wakil Ketua KPK Prof. Agus Joko Pramono

Prof. Aryuni Yuliantiningsih

Prof. Condro Wibowo

Prof. Setya Wahyudi

Prof. Erni Sumarni

Prof. Yanuar E. Restianto

Foto Bersama
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak#sdgs4
