Berita

Perkuat Riset dan Kurikulum Berbasis Inovasi, Prodi Proteksi Tanaman Unsoed Jalin Sinergi Strategis dengan BRIN

[unsoed.ac.id, Sel, 9/6/26] Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), menerima kunjungan tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Senin (8/6/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penelitian BRIN bertajuk “Genetic Diversity and Structure Pattern of Indonesian Wild Banana (Musa acuminata Colla) for Germplasm Conservation and Future Banana Breeding” yang dilaksanakan di Jawa Tengah pada 3–14 Juni 2026.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Program Studi Proteksi Tanaman sekaligus dosen Fakultas Pertanian Unsoed, Prof. Ir. Loekas Soesanto, M.S., bersama Dr. Ruth Feti Rahayuniati, S.P., M.P., Woro Sri Suharti, S.P., M.P., Ph.D., dan Agus Suroto, S.Pd., M.Si. Sementara dari BRIN hadir Dr. Fajarudin Ahmad, Nur Laili, Ph.D., Rini Riffiani, Ph.D., Entis Sutisna, S.P., Dr. Lulut Dwi Sulistyaningsih, M.Si., dan Dr. Tri Handayani.

Pertemuan diawali dengan sesi berbagi informasi mengenai berbagai program dan arah penelitian yang tengah dikembangkan BRIN, khususnya di bidang proteksi tanaman, konservasi sumber daya genetik, dan teknologi pertanian. Diskusi berlangsung dinamis dengan membahas berbagai tantangan dan peluang pengembangan riset di masa depan, termasuk peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional.

Ketua Program Studi Proteksi Tanaman Unsoed, Prof. Ir. Loekas Soesanto, M.S., menyambut baik kunjungan tersebut sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga penelitian.

“Kunjungan tim peneliti BRIN ini memberikan ruang yang sangat berharga bagi kami untuk memperluas jejaring kolaborasi riset sekaligus memperoleh masukan dalam pengembangan kurikulum. Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional menjadi kunci dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan di sektor pertanian,” ujar Prof. Loekas.

Selain membahas kegiatan penelitian, pertemuan juga dimanfaatkan untuk mendiskusikan pengembangan kurikulum Program Studi Proteksi Tanaman agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia riset dan industri. Tim BRIN memberikan berbagai masukan terkait kompetensi yang perlu dimiliki lulusan di era riset modern, khususnya dalam bidang biologi molekuler, konservasi sumber daya genetik, dan teknologi hayati.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah mata kuliah seperti Metabolit Sekunder, Bioteknologi, dan Biosafety dinilai memiliki peran penting dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan lembaga penelitian.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Proteksi Tanaman Unsoed semakin menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekosistem riset dan pendidikan tinggi yang berkualitas. Kolaborasi dengan BRIN diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, baik dalam bidang penelitian, pengembangan sumber daya manusia, maupun inovasi teknologi pertanian.

#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak#sdgs4#sdgs17