Berita

Rektor Resmikan Joglo Pasanggrahan Hayati, Fakultas Biologi Unsoed Padukan Pelestarian Budaya dan Ruang Akademik

[unsoed.ac.id, Kam, 4/6/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus memperkuat komitmennya dalam melestarikan budaya lokal sekaligus mendukung pengembangan lingkungan akademik yang nyaman dan inspiratif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Joglo Pasanggrahan Hayati di Fakultas Biologi Unsoed oleh Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. H. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng., Rabu (3/6/2026).

Peresmian gedung yang berada di area tengah Gedung A Fakultas Biologi tersebut ditandai dengan pemotongan rantai melati secara simbolis. Kegiatan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan Unsoed.

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa keberadaan Joglo merupakan bentuk khasanah budaya lokal yang yang sarat makna filosofis dan harus dilestarikan.

“Joglo merupakan bagian dari khazanah budaya lokal yang memiliki nilai luhur dan perlu terus dilestarikan. Adanya lampu yang menggantung di tengah bangunan juga memiliki filosofi tersendiri. Terdapat empat pilar utama yang kuat dan kokoh atau Soko Guru serta pilar penopang lainnya atau Soko Gantung yang masing-masing memiliki makna mendalam,” ujar Rektor.

Menurutnya, Joglo sebagai rumah adat khas Jawa Tengah melambangkan tempat yang tinggi, sakral, dan menjadi ruang untuk membangun harmoni serta kebersamaan.

Pada kesempatan yang sama, Rektor juga menyampaikan apresiasi atas capaian Fakultas Biologi yang berhasil membuka dua program studi baru, yakni Program Studi S1 Mikrobiologi dan Program Studi S1 Biologi Terapan.

“Selamat kepada Fakultas Biologi atas hadirnya Program Studi S1 Mikrobiologi dan S1 Biologi Terapan. Meskipun baru, kedua program studi ini telah menunjukkan daya saing yang sangat baik dan menjadi langkah strategis dalam pengembangan keilmuan biologi di masa depan,” katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Biologi, Prof. Dr. Agus Nuryanto, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa pembangunan Joglo Pasanggrahan Hayati dimulai pada akhir tahun 2025 dan selesai pada Februari 2026. Selain Joglo, Fakultas Biologi juga mengembangkan sejumlah fasilitas pendukung lainnya, termasuk Student Center Learning yang berada di area taman fakultas.

“Saat ini Fakultas Biologi memiliki sekitar 1.800 mahasiswa. Kehadiran Joglo Pasanggrahan Hayati menjadi alternatif ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi, mengerjakan tugas, kegiatan pengajian, maupun berbagai aktivitas akademik dan kemahasiswaan lainnya,” ungkap Prof. Agus.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa peresmian Joglo Pasanggrahan Hayati juga menjadi momentum rasa syukur atas capaian akademik Fakultas Biologi, khususnya keberhasilan Program Studi S1 Biologi dan Program Studi S3 Biologi yang meraih akreditasi Unggul paripurna lima tahun.

Pembangunan Joglo di lingkungan Fakultas Biologi sejalan dengan upaya Unsoed dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, bersih, dan indah. Selain di Fakultas Biologi, bangunan serupa juga telah dibangun di beberapa lokasi di lingkungan universitas sebagai bagian dari implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan pemerintah.

#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak#sdgs4sdgs11