Upaya mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional membutuhkan perluasan lahan sawah produktif yang direncanakan secara matang dan komprehensif. Menjawab kebutuhan tersebut, Dr. Khavid Faozi, S.P., M.P., dosen Fakultas Pertanian, mengembangkan Program Survei Investigasi dan Desain (SID) Cetak Sawah Rakyat.
Program SID Cetak Sawah Rakyat merupakan program komprehensif yang dilakukan terkait kelayakan suatu area yang akan dicetak menjadi lahan sawah baru. Program ini mengintegrasikan berbagai aspek kajian, mulai dari sosial-ekonomi, agroekologi, hidrologi, lingkungan, desain teknis, hingga pembiayaan konstruksi.
"Program Survei Investigasi dan Desain (SID) Cetak Sawah Rakyat adalah program komprehensif terkait kelayakan area yang akan dicetak menjadi lahan sawah baru. Analisis dilakukan pada aspek sosial-ekonomi, agroekologi, hidrologi, lingkungan, desain teknis, dan pembiayaan konstruksi secara terintegrasi," ujar Khavid.
Jadi Jembatan Penting Ketahanan Pangan Nasional Menurut Khavid, program SID menjadi jembatan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Melalui program ini, sejumlah manfaat strategis dihadirkan bagi pembangunan wilayah, di antaranya terciptanya ruang gerak baru di berbagai wilayah Indonesia, tersedianya dokumen perencanaan yang komprehensif, serta lahan sawah baru yang produktif.
Tak hanya itu, lahan hasil program ini juga dirancang agar adaptif dan tangguh terhadap berbagai tantangan lingkungan. Program ini turut dilengkapi dengan monitoring pasca-konstruksi serta pengembangan varietas unggul baru, sekaligus mendorong pemberdayaan berkelanjutan dari peluang ekonomi masyarakat setempat.
Telah Menjangkau Tiga Provinsi dan Lima Kabupaten/Kota Sejak pesan perdana pada 2025, Program SID Cetak Sawah Rakyat telah menjangkau lebih dari tiga provinsi dan lima kabupaten/kota di Indonesia. Realisasi program ini di antaranya mencakup 3.390 hektare lahan di Kalimantan Tengah dan 9.810 hektare lahan di Sumatera Selatan.
Perjalanan program ini dimulai pada 2024 di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan terus berkembang hingga menjangkau wilayah Sumatera Selatan pada tahun-tahun berikutnya, sejalan dengan dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat perluasan lahan sawah rakyat guna memperkuat swasembada pangan nasional.
Melalui Program SID Cetak Sawah Rakyat, Khavid menegaskan komitmen Fakultas Pertanian dalam menghadirkan riset dan pendampingan yang aplikatif bagi perencanaan lahan pertanian, sekaligus mendukung optimalisasi lahan sebagai fondasi swasembada pangan nasional.





