[unsoed.ac.id] — Universitas Jenderal Soedirman kembali menunjukkan kontribusi nyatanya dalam menjawab tantangan global di sektor pertanian. Guru Besar Fakultas Pertanian Unsoed, Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D., berhasil mengembangkan Protani, sebuah varietas padi unggul (Inpago Unsoed) yang dirancang khusus untuk memperkuat ketahanan pangan di era Antroposen.
Inovasi ini dinilai memberikan solusi aplikatif bagi petani sekaligus berkontribusi pada peningkatan produktivitas pangan nasional di tengah ketidakpastian iklim. Bahkan, varietas Protani yang dikembangkan melalui riset panjang sejak tahun 2010 dan telah disahkan oleh Menteri Pertanian pada tahun 2020 ini, mendapat apresiasi luas melalui karena terbukti adaptif di berbagai wilayah Indonesia.
Prof. Totok menjelaskan bahwa gagasan pengembangan Protani berangkat dari komitmen untuk memastikan ketersediaan pangan dengan jumlah, mutu, dan keamanan yang menjamin kesejahteraan petani. Sebagai varietas padi gogo, Protani memiliki karakter unggul seperti mudah dibudidayakan, tahan terhadap serangan hama dan penyakit, serta memiliki stabilitas hasil yang sangat tinggi. “Protani merupakan jawaban atas tantangan ketahanan pangan di era Antroposen. Kehadiran varietas ini diharapkan mampu mengamankan produksi padi nasional, terutama pada lahan-lahan marjinal,” ujarnya.
Varietas unggul ini sangat cocok ditanam di lahan kering atau lahan gogo yang hanya mengandalkan air hujan. Tidak hanya itu, Protani juga sangat adaptif untuk diimplementasikan dalam sistem pertanian terpadu seperti minapadi-salibu. Keunggulan agronomis ini berjalan selaras dengan kualitas nutrisinya; Protani diketahui memiliki kandungan protein yang tinggi, sehingga menjadikannya salah satu solusi pangan fungsional untuk mencegah stunting di masyarakat.
Dampak nyata dari pemanfaatan Protani kini telah dirasakan secara masif di tingkat tapak. Saat ini, persebaran budidaya Protani telah menjangkau 15 provinsi dan lebih dari 100 kabupaten di Indonesia, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Kalimantan Timur, hingga belasan provinsi lainnya. Kehadiran komoditas unggul ini terbukti berhasil meningkatkan produktivitas hasil panen yang secara otomatis mendongkrak pendapatan harian petani lokal.
Melalui hilirisasi riset padi Protani ini, Fakultas Pertanian Unsoed kembali mempertegas komitmennya dalam membawa inovasi laboratorium langsung ke sawah-sawah petani, sekaligus mendukung kedaulatan pangan dan pengentasan masalah gizi nasional secara berkelanjutan.





