Publish: 23 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Rab, 23/9/2026] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menempati peringkat kedua nasional sebagai perguruan tinggi pendamping dengan jumlah proposal Program Kosabangsa yang memperoleh pendanaan terbanyak. Berdasarkan data BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Unsoed berhasil memperoleh pendanaan untuk sembilan proposal pada Program Kosabangsa.
Capaian tersebut menempatkan Unsoed di bawah Universitas Mahasaraswati Denpasar yang memperoleh pendanaan untuk 11 proposal. Sementara itu, Universitas Brawijaya berada di posisi ketiga dengan delapan proposal, diikuti Universitas Negeri Makassar dengan tujuh proposal dan Universitas Muhammadiyah Malang dengan enam proposal.
Program Kosabangsa atau Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat merupakan program yang mendorong kerja sama antarperguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. Dalam program ini, perguruan tinggi pendamping berperan mendukung penguatan kapasitas dan pelaksanaan program yang dilakukan bersama perguruan tinggi pelaksana.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed, Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi dorongan bagi Unsoed untuk terus meningkatkan kualitas program pengabdian kepada masyarakat.
“Capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap semakin banyak dosen Unsoed yang terlibat dalam program pengabdian yang kolaboratif, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Unsoed, Prof. Nuniek Ina Ratnaningtyas, turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam proses pengajuan hingga pelaksanaan program. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas proposal dan pelaksanaan pengabdian.
“Kami mengapresiasi dukungan LPPM Unsoed, Tim Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, serta reviewer nasional yang telah mendampingi para dosen sejak penyusunan dan penguatan proposal hingga pelaksanaan program. Kolaborasi dan pendampingan yang konsisten menjadi salah satu kekuatan dalam pencapaian ini,” ungkapnya.
Perolehan pendanaan sembilan proposal tersebut memperkuat kontribusi Unsoed dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat. Capaian ini juga menjadi bagian dari upaya Unsoed memperluas kolaborasi dan mendorong penerapan hasil pengetahuan serta inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. #unsoedberdampak




