Publish: 7 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Rab, 07/10/26] Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Faperta Unsoed) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyelenggarakan Sawit Goes to Campus 2026 di Auditorium Gedung Faperta Unsoed, Rabu–Kamis (7–8/10). Kegiatan bertema “Pemberdayaan UMKM dan Koperasi Petani Komoditas Perkebunan & Biowax untuk Batik Sawit” ini membahas potensi hilirisasi sawit, pemberdayaan UMKM dan koperasi petani, serta inovasi produk turunan sawit.
Kegiatan dibuka oleh Plt. Rektor Unsoed Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si. Hadir Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Arif Sukmo Buwono, S.T., M.M., Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UKMK BPDP Helmi Muhansyah, perwakilan PT Anugrah Kembang Sawit Sejahtera Fitriono Efendi, S.P., jajaran pimpinan Faperta, serta sivitas akademika dan mahasiswa.
Sambutan Dekan Faperta disampaikan Wakil Dekan Bidang Akademik Faperta Unsoed Susanto Budi Sulistyo, S.TP., M.Si., Ph.D. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami sawit secara lebih luas, termasuk aspek keberlanjutan, pengembangan produk turunan, dan peluang pemberdayaan masyarakat.
Plt. Rektor Unsoed Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si., menegaskan pentingnya memberikan pemahaman yang utuh kepada mahasiswa mengenai industri sawit sekaligus membekali mereka dengan keterampilan untuk berkontribusi dalam pengembangannya.
“Mahasiswa perlu memahami industri sawit secara utuh, bukan hanya dari sisi ekonomi dan sosial, tetapi juga membangun berbagai keterampilan, termasuk kemampuan komunikasi dan keterampilan lainnya yang diperlukan dalam pengembangan potensi komoditas sawit,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peluang hilirisasi sawit melalui industri kreatif, salah satunya batik. Menurutnya, inovasi diperlukan agar produk batik memiliki nilai tambah yang semakin tinggi dan peluang tersebut dapat dikembangkan hingga tingkat UMKM.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Arif Sukmo Buwono, S.T., M.M., yang hadir mewakili Bupati Banyumas, menekankan pentingnya sinergi dalam mengembangkan komoditas perkebunan dan produk turunannya. Menurutnya, penguatan UMKM dan koperasi petani dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Pengembangan komoditas perkebunan tidak berhenti pada produksi bahan baku. Yang lebih penting adalah bagaimana komoditas tersebut dapat diolah dan memberikan nilai tambah, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan oleh petani, UMKM, koperasi, dan masyarakat secara lebih luas,” ungkapnya.
Sedangkan, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UKMK BPDP Helmi Muhansyah mengatakan, produk turunan sawit telah dekat dengan berbagai kebutuhan masyarakat. Karena itu, Sawit Goes to Campus diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai potensi hilirisasi sawit dalam berbagai skala usaha.
“Melalui Sawit Goes to Campus, kami ingin membuka ruang dialog dan pembelajaran bagi mahasiswa agar mengenal sawit tidak hanya sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga melihat berbagai potensi pengembangan dan hilirisasinya,” katanya.
Pada hari pertama, kegiatan diisi pemaparan mengenai “Prospek Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia” oleh Dr. Khavid Faozi, M.P. dari Faperta Unsoed dan Fitriono Efendi, S.P. dari PT Anugrah Kembang Sawit Sejahtera. Materi dilanjutkan dengan “Pemanfaatan Produk Turunan Minyak Sawit untuk Usaha UMKM Batik Banyumas yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan” oleh Ir. Indra Budi Susetyo, M.Sc. dari BRIN dan Miftahudin Nur Ihsan, S.Pd., MBA dari Smart Batik Indonesia, serta pembahasan “Perjalanan Bisnis Batik Banyumas” bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kabupaten Banyumas serta Aliansi Batik Banyumas.
Pada hari kedua, peserta mengikuti demonstrasi dan praktik pembuatan lilin atau malam batik berbahan minyak sawit (biowax) di Halaman Gedung D Faperta Unsoed. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik membatik, presentasi dan penjurian Lomba Desain Batik, serta pengumuman juara dan penutupan.
Melalui Sawit Goes to Campus 2026, Faperta Unsoed dan BPDP mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, UMKM, koperasi, dan masyarakat dalam mengembangkan hilirisasi sawit. Inovasi biowax untuk batik menjadi salah satu contoh pemanfaatan produk turunan sawit yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari industri kreatif dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
#unsoedberdampak




